Tren Pelanggaran Protokol Covid-19 Mulai Menurun

Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni N Ekawati saat turun membagikan masker kepada warga di Sekotong belum lama ini. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Tren pelanggaran protokol Covid-19 di wilayah Lombok Barat (Lobar) mulai menurun, setelah diberlakukannya penegakan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020. Seperti di daerah Gunungsari, pelanggar protokol menurun dibandingkan sebelum diberlakukan perda tersebut.

Camat Gunungsari, M. Mudassir mengatakan, operasi penindakan sudah dilaksanakan di wilayah Gunungsari sejak hari Kamis, 24 September 2020. Dari operasi yang dilakukan Satpol PP bersama TNI-Polri di dua titik terjaring sebanyak 95 orang. Terdiri dari 18 orang disanksi denda, sedangkan sisanya disanksi sosial.

Iklan

Artinya jelas dia, upaya sosialisasi yang dilakukan ada dampaknya terhadap peningkatan kesadaran masyarakat. Pihaknya pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, melibatkan satgas, TNI/Polri. Termasuk meminta bantuan kepala desa dan pendidik (guru) agar memperbanyak sosialisasi di lingkungan masing-masing.

Hanya saja diakui, anggaran tim satgas kecamatan untuk bulan Juli-September belum keluar. Karena dana ini baru keluar tiga tahap (April, Mei dan Juni). Untuk kebutuhan satgas beberapa bulan tersebut, pihaknya mengusulkan Rp28 juta.

Kasatpol PP Lobar Baiq Yeni N Ekawati mengatakan terkait tren pelanggaran protokol Covid-19 dari hasil operasi gabungan memang ada penurunan. Artinya ada dampak pemberlakuan Penegakan Perda dan Perbup yang dilakukan pemda tersebut.  “Karena di samping kami sudah melakukan sosialisasi sebelum pemberlakuan perda dan perbup, dari pagi, siang sampai sore. Sehingga ada dampaknya terhadap kesadaran masyarakat,”jelas dia.

Namun ada saja, warga yang terjaring operasi gabungan justru menyalahkan Pemda belum melakukan sosialisasi. Padahal kata dia, pihaknya sudah turun mengimbau dari awal untuk menggunakan masker. Bahkan pihaknya bersama OPD, saat membagikan masker pun pihaknya tetap memberikan imbauan. “Dan kesadaran masyarakat sudah mulai sadar, kami keliling sampai ke Sekotong, warga sudah menggunakan masker, hanya sedikit yang kami temukan tak mematuhi,” ujar dia.   (her)