Travel Umrah Mulai Berlakukan “New Normal”

Biro perjalanan haji dan umrah, Arofahmina di Pajang Mataram mulai dibuka.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Meski pemerintah RI melalui Kementerian Agama telah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji 1441H/2020 ini, tidak lantas membuat para pengusaha travel umrah patah semangat. Beberapa perusahaan travel umrah dan haji plus telah siap-siap buka, mengikuti diberlakukannya kenormalan baru (new normal) oleh pemerintah.

Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji (PATUH) Provinsi NTB, Nanang Supriadi mengatakan, perusahaan travel umrah menyambut kebijakan pemerintah menormalkan kembali tatanan kehidupan di tengah Covid-19, tanpa menyepelekan standar kesehatan yang berlaku. Direktur Travel Umrah dan Haji Plus, Arofahmina Lombok ini mengatakan, optimisme akan dibukanya kembali Makkah, Madinah oleh Pemerintah Arab Saudi didasari belum adanya keputusan resmi pemerintah Arab Saudi tidak memperbolehkan penyelenggaraan haji tahun 2020 ini.

Iklan

Ibadah haji tahun 2020 tidak dilaksanakan, itu putusan pemerintah Indonesia. Bukan Arab Saudi. Karena memang persiapannya tidak mungkin cepat. Kami yakin, Makkah akan segera dibuka, katanya. Kantor Arofahmina di Pajang Mataram sendiri sejak Rabu, 3 Juni 2020 mulai dibuka. Semua harus berdamai dengan corona. Tidak kemudian berpangku tangan terus menunggu keadaan.

Apalagi dengan ditiadakannya haji Indonesia tahun ini, rasa kangen jemaah ke Baitullah diyakininya semakin kuat. Maka, solusi yang ditawarkannya dengan umrah. Keputusan membuka kembali layanan Arofahmina tidak saja persiapan khusus untuk penyelenggaraan umrah. Lebih dari itu, Arofahmina sendiri menyediakan berbagai jenis oleh-oleh, alat kesehatan, makanan halal yang bisa dikonsumsi untuk kesehatan para jemaah.

Kegiatan berniaga harus terus jalan. Walaupun sampai saat ini belum ada informasi ditemukannya virus. Tapi kita tidak bisa menunggu mati karena keadaan, ujarnya. Dewan Penasihat PATUH NTB, H. Ahmad Muharis menyatakan hal yang sama. Owner Muhsinin Tour & Travel ini juga tengah mempersiapkan membuka kembali kantornya.

Paling tidak, layanan informasi ke jemaah harus tetap jalan. Sambil kita menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi, katanya. Meski umrah ditunda sampai saat ini karena corona, jemaah sangat memakluminya. Sampai sekarang, belum ada jemaah yang membatalkan niatnya ke baitullah dan menarik kembali dananya.

H. Haris mengatakan, jemaah juga memaklumi, dana-dana yang telah disetorkan telah dibelanjakan oleh perusahaan untuk kebutuhan jemaah. Pembelian tiket pesawat, booking hotel, dan kelengkapan lain para jemaah umrah. H. Haris menegaskan, pembatalan pelaksanaan haji tahun 2020 ini tidak kemudian tidak berpeluang dilaksanakannya umrah. Justru minat masyarakat untuk berumrah akan semakin tinggi. Setelah sekian lama, baitullah ditutup karena corona. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional