Travel Agent Banting Harga Paket Pariwisata

Jajaran pengurus Astindo dan stakeholders pada pelaksanaan Rakeda Astindo kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) Provinsi NTB mengingatkan anggotanya untuk menjual paket-paket pariwisata dengan harga khusus. Hal ini dibijaksanai sebagai langkah untuk memulihkan kembali pascagempa Lombok.

“Kalau sebelumnya jual 100, sekarang jual 50. Profit dikesampingkan dulu,” kata Ketua Astindo Provinsi NTB, Awan Aswinabawa pada pembukaan Rakerda DPD Astindo NTB di Senggigi, Kamis, 20 Desember 2018 kemarin.

Iklan

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Perhubungan, L. Bayu Windiya juga nampak hadir. Awan mengatakan, pascagempa Lombok, tantangan pariwisata semakin berat. Banyak hal yang mempengaruhinya. Baik  faktor internal, termasuk eksternal.

Orang luar berpandangan masih ada perasaan kurang aman di Lombok, kata Awan. Karena itulah, perlunya ditingkatkan komunikasi ke pasar-pasar utama kantong pelancong. baik di dalam negeri, maupun diluar negeri.

Kendati demikian, travel agen menurutnya tak bisa sendiri. Semua pihak harus bersama-sama menciptakan persepsi optimis di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Bagaimana caranya sekarang kita membuat Lombok sebagai destinasi wisata yang memang patut dikunjungi. Dan orang akan tetap tertarik datang ke Lombok,” ujarnya.

Tidak hanya anggota Astindo, stakeholder lain. Misalnya, hotel, restoran, maskapai penerbangan, pun dengan penyedia – penyedia transportasi juga harus memberikan harga dan layanan spesial untuk memancing minat berkunjung orang ke Lombok Sumbawa.

Dampak gempa ini dirasa masih akan mempengaruhi hingga ke quartal I 2019. Awan mengatakan, bila tidak semua pihak saling bergandengan tangan dan satu suara. Maka proses recovery akan berjalan lambat.

“Dari pada hotel-hotel sepi kunjungan, transportasi sepi penumpang. Sementara biaya operasional harus tetap jalan. Kenapa tidak berikan harga spesial saja,” imbuhnya.

Dalam Rakerda kemarin, Astindo membahas secara utuh tantangan-tantangan yang dihadapi saaat ini. Serta bagaimana cara menyikapinya. Selain memberikan paket-paket spesial, Astindo juga merencanakan akan terus melakukan peningkatan kualitas layanan dan SDM penyedia layanan. Dengan demikian diharapkan muncul kesan – kesan yang positif terhadap upaya pemulihan pariwisata NTB.

Bayu Windiya menambahkan, Dinas Perhubungan sebagai Pembina Astindo mengatakan, travel agen ini memegang peranan penting dalam pemulihan sektor pariwisata pascagempa. Ia mengatakan pembenahan harus terus dilakukan. Tidak saja dari hal-hal besar. Dari hal-hal kecilpun, misalnya membersihkan lingkungan dari sampah, juga akan turut berkontribusi terhadap kepercayaan dunia luar.

Sebabagai Humas Astindo Provinsi NTB, Abdul Haris menjelaskan memulihkan pariwisata pascagempa menjadi hal yang sangat penting dibahas dalam Rakerda kemarin. Beberapa program yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun depan sebagai tindaklanjut perbaikan diantaranya. Pelatihan sertifikasi, baik kepada para pelaku, maupun kepada perusahaan travel agen.

Astindo juga akan menggelar talkshow di media – media untuk memberikan kabar baik. Serta mencarikan solusi bersama atas semua persoalan-persoalan yang sedang terjadi saat ini.

“Dari Rakerda ini kita satukan gerak bersama untuk memulihkan kembali Lombok,” demikian Haris. (bul)