Transportasi Saat MotoGP Disarankan Perbanyak Angkutan Publik

Djoko Setijowarno (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Aspek ketersediaan transportasi menjadi hal yang sangat penting pada saat pelaksanaan MotoGP bulan Maret mendatang. Terlebih ada sekitar 63.500 penonton yang akan hadir di Sirkuit Mandalika saat event berlangsung. Agar transportasi berjalan lancar, penyelenggara disarankan agar memperbanyak sarana angkutan publik untuk masyarakat.

Pengamat transportasi nasional Djoko Setijowarno mengatakan, ketersediaan transportasi publik  dengan jumlah yang memadai menjadi salah satu kunci lancarnya arus transportasi pada saat event-event besar semacam MotoGP. Sebab jika terlalu leluasa dengan penggunaan kendaraan pribadi, tentu akan sangat susah karena membutuhkan lokasi parkir yang luas.

Iklan

“Event-event seperti mestinya perbesar atau perbanyak angkutan umumnya. Misalnya dengan bus-bus itu. Jika 64 ribu penonton jika setengahnya atau seperempatnya bawa mobil, bisa habis tempat parkirnya,” kata Djoko Setijowarno saat dihubungi Suara NTB melalui ponsel, Kamis, 13 Januari 2022.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil amatannya di luar negeri, setiap event dengan konsentrasi massa yang banyak, harus diperkuat dengan sistem transportasi publik yang memadai. Sehingga jarang terlihat adanya kemacetan lalu lintas, baik saat mendatangi lokasi event maupun saat pulang.

“Dipermudah penyediaan public transportnya, pakai bus yang shuttle saja yang melayani bolak balik hingga ke kawasan itu,” jelasnya.

Sebagai akademisi dan pemerhati yang sering membuat ulasan tentang transportasi, Djoko berencana akan melihat dari dekat di bulan Februari besok terkait dengan model sistem transportasi yang akan didesain di Lombok dalam menghadapi MotoGP ini.

Selain memperkuat transportasi publik, untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi, penyelenggara kegiatan bisa memberlakukan tarif parkir yang tinggi untuk kendaraan pribadi tersebut. Selain bisa menekan jumlah kendaraan pribadi, tarif parkir yang tinggi juga bisa untuk meningkatkan PAD.

“Agar transportasi ke Mandalika bisa lancar, bus-bus yang di Denpasar yang tak terpakai bisa dibawa ke sana dulu. Nanti setelah dipakai kan dikembalikan lagi, kan tidak apa-apa itu,” terangnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB H. Lalu Moh Faozal mengatakan, pihaknya memperkirakan kebutuhan transportasi saat MotoGP nanti tiga kali lebih banyak daripada WSBK yang berlangsung November 2021 kemarin. Saat ini sedang didetilkan manajemen dan rekayasa lalu lintas agar benar-benar berjalan dengan baik di saat event berlangsung. (ris)

Advertisement