Transfer Pusat Sulit Bertambah

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

TIM Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) NTB sedang lembur mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2021 yang harus disampaikan ke DPRD NTB, Juli mendatang. Di tengah kondisi Covid-19 yang masih merebak, penerimaan dari dana transfer Pemerintah Pusat diperkirakan akan sulit bertambah.
“Kalau melihat dari dana transfer, kondisi seperti ini kita asumsikan masih sulit bertambah,” kata Ketua TAPD NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat (18/6) kemarin.

Gita mengatakan, TAPD sedang melihat potensi sumber-sumber pendapatan yang dapat ditingkatkan dalam RAPBD Perubahan 2021. Terutama penerimaan daerah yang mampu dikelola secara langsung seperti pendapatan asli daerah (PAD).

Iklan

“Jadi, kembali lagi kita menghitung baru unsur pendapatan bagaimana sampai akhir tahun dengan kondisi terkini. PAD memang belum mencapai target. Dengan kesulitan itu apa yang harus kita lakukan sampai akhir tahun,” katanya.
Dengan masih terbatasnya anggaran daerah, apakah akan dilakukan penyesuaian program dan kegiatan yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD), Sekda NTB ini mengatakan hal tersebut sesuatu yang akan dipertimbangkan. “Di saat seperti ini, ada teman minta kegiatan tambahan. Itulah kita bekerja keras di tengah keterbatasan sumber daya yang ada,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, APBD murni 2021 ditetapkan sebesar Rp5,52 triliun. Dengan rincian pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp5.473.931.855.427,00. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp1.954.341.221.233,00. Dengan rincian, Pajak Daerah Rp 1.487.726.538.148,00, Retribusi Daerah Rp. 47.219.957.500,00, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp64.104.210.166,00 dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Rp. 355.290.515.419,00.
Kemudian, pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat ditargetkan sebesar Rp3.464.809.730.250,00. Terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Rp. 3.463.147.644.000,00, Dana Perimbangan Rp3.394.625.397.000,00, Dana Transfer Umum, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp211.656.697.000,00 dan Dana Transfer Umum, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 1.524.501.604.000,00, Dana Transfer khusus, Dana Alokasi Khusus Dat Fisik, Rp. 417.655.234.000,00.

Kemudian Dana Transfer Khusus, Dana Alokasi Khusus Non-Fisik Rp. 1.240.811.862.000,00, Dana Insentif Daerah (DID) Rp. 68.522.247.000,00 dan Pendapatan Transfer Antar Daerah Rp. 1.662.086.000.250,00, Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya Rp. 1.662.086.000.250,00. Sedangkan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah ditargetkan sebesar Rp54.780.903.944,00. Sementara belanja daerah ditargetkan sebesar Rp.5.528.931.855.427,00. Sehingga APBD murni 2021 terjadi defisit sebesar Rp55 miliar. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional