Tramadol Disebut Sebabkan Tingginya Kriminalitas

Mataram (suarantb.com) – Kasus penemuan 27 pelajar SMP di Mataram yang kedapatan mengonsumsi Tramadol membuka tabir penyebaran obat keras ini di Mataram. Obat keras ini memiliki pengaruh buruk terutama bagi anak-anak.

Seberapa kejam pengaruh Tramadol? Menurut pengakuan salah seorang aktivis pemberdayaan masyarakat, Rangga Babuju, kejamnya pengaruh Tramadol bagi pengkonsumsinya sudah banyak ia lihat di Bima.

Iklan

Hampir di banyak kasus pembacokan, pemerkosaan dan pengrusakan ia sebutkan disebabkan karena pengaruh Tramadol.

“Ada remaja laki-laki di Desa Taloko Piong ditusuk sahabatnya sendiri hingga meninggal.. Karena disini penjualan minuman keras itu sudah ada aturan khusus, jadi susah untuk dapatkan miras,” jelasnya.

Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang gadis gangguan jiwa dilakukan beramai-ramai oleh lima pemuda. Dimana para pelaku sebelumnya juga mengkonsumsi Tramadol.

“Seorang pelaku ditanya, kenapa melakukan hal bejat begitu. Dia bilang, waktu dia liat cewek itu lewat dia kayak liat Ayu Ting-Ting. Bayangin deh, serem banget kan pengaruh Tramadol itu,” katanya.

Peredaran Tramadol di kalangan pelajar di Bima memang sudah bukan hal baru. Berdasarkan pengamatan komunitas Babuju, Tramadol sudah masuk dalam kehidupan sehari-hari pelajar di Bima. Bahkan, di tempat-tempat nongkrong anak sekolah, ada menu minuman yang disebut Kopitra atau Kopi Plus, kopi yang diberi campuran Tramadol. Dan ini banyak dipesan pelajar, walaupun harganya mahal, Rp 30 ribu per gelas.

Dalam situa drugs.com disebutkan konsumsi Tramadol dalam jangka panjang bisa mengakibatkan ketergantungan. Ini dikarenakan kandungannya yang mirip narkotik. Bahkan drugs.com menyebutnya sebagai penghilang rasa sakit mirip narkotik.

Ada banyak efek negatif yang menanti pengkonsumsi Tramadol. Mulai dari efek minor seperti cenderung merasa cemas, sedih, kehilangan nafsu makan, lemas, perasaan bahagia sesaat dan berbagai efek fisik lainnya.

Efek ketergantungan pada Tramadol ini pasti dialami oleh konsumennya. Bahkan konsumsi sesuai dengan resep dokter tetap bisa menimbulkan ketergantungan. Dan akan butuh waktu lama bagi pecandu Tramadol untuk bisa sembuh.

Dalam tulisan di drugs.com dijelaskan juga konsumsi Tramadol yang aman untuk kesehatan dilakukan dengan menelannya langsung dalam bentuk tablet. Sangat dilarang untuk menghancurkan Tramadol dalam bentuk bubuk atau dicampurkan dalam cairan dan disuntikkan ke dalam tubuh. Jika bubuk Tramadol terhirup atau cairan mengandung Tramadol disuntikkan ke dalam tubuh, akan ada efek mematikan bagi pelakunya, overdosis hingga berakibat kematian.

Hal yang menyedihkan juga ditemukan Rangga Babuju di Bima. Dimana rata-rata lima anak dari tiap desa di Bima mengalami gangguan syaraf akibat konsumsi Tramadol. Sudah saatnya pemda Bima bergerak mengatasi penyebaran Tramadol. Namun, diakui Rangga sesuai hasil Rakornas Pemerintah Bima dengan BNN dan lembaga terkait beberapa waktu lalu belum ada jalan yang diambil pemerintah untuk memberantas Tramadol.

“BNN juga tidak bisa bergerak, karena Tramadol bukan termasuk golongan NAPZA. Jadi masih belum ada payung hukum untuk menjerat pelakunya,” imbuhnya. (ros)