Tradisi Lebaran Ketupat, Bupati Minta Pengawalan Ketat Aparat

H. Djohan Sjamsu (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH., mengaku tak bisa mencegah kemungkinan tradisi perayaan lebaran ketupat dan ziarah kubur di kalangan masyarakat. Namun demikian, ia meminta agar masyarakat menerapkan kedisiplinan tinggi dalam setiap aktivitasnya.

“Saya mengajak, mari jaga diri, jaga keluarga kita. Pemerintah sudah mengatur, open house atau halal bihalal secara langsung tidak boleh. Tetapi yang namanya masyarakat, ada saja yang tiba-tiba datang (ke pendopo),” ucap Djohan saat jumpa pers, Senin, 10 Mei 2021.

Iklan

Sesuai tradisi masyarakat Lombok, Lebaran Ketupat umumnya diperingati bersama anggota keluarga. Tempat-tempat wisata seperti pantai, air terjun, hingga objek wisata lain, menjadi tujuan keluarga untuk berlibur menghabiskan waktu.

Bupati berharap, suasana Lebaran Ketupat mendatang tidak diperingati secara berlebihan. Ia tidak ingin, Kerumunan masyarakat terkonsentrasi di titik objek wisata dalam jumlah tidak terkendali. Oleh karenanya, ia meminta Satgas Covid Lombok Utara untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna melakukan pengawasan.

“Kita akan minta aparat dan Satpol PP untuk mengawasi objek wisata. Harapan kita, kerumunan saat lebaran ketupat tidak menimbulkan penularan Covid,” ucapnya.

Sementara, Plt. Kabag Kesra, H. Ruba’in menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas, Kepolisian dan instansi Kemenag sebelum keluarnya Surat Edaran tentang perayaan Idul Fitri. Dari koordinasi tersebut diputuskan bahwa ibadah Salat Idul Fitri di masjid-masjid dan musala tetap bisa dilaksanakan sesuai standar Prokes Covid-19.

“Jamaah ibadah Salat Idul Fitri tidak hanya laki-laki, tetapi juga perempuan hingga anak-anak. Kita mengimbau, warga yang memiliki anak bayi, agar tidak dibawa ke masjid,” ujar Ruba’in.

Demikian pula, tradisi Ziarah Kubur sesaat setelah Idul Fitri atau keeseokan harinya, agar tidak diperingati berlebihan. Masyarakat yang hadir di tempat pemakaman, harus diatur agar tidak terjadi kontak langsung satu sama lain. “Begitu juga dengan kegiatan wisata, kita fokuskan wisata dalam daerah. Wisatawan dari luar kalau bisa dihalau untuk kembali untuk mencegah kerumunan,” tandasnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional