Tracing dan Testing Jadi Kunci, Lima Daerah Belum Mampu Keluar dari PPKM Level 3 di NTB

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luar Jawa dan Bali 7 – 20 September 2021. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 41 Tahun 2021, lima kabupaten/kota di NTB belum mampu keluar dari PPKM Level 3. Sedangkan lima kabupaten/kota di NTB sudah turun ke PPKM Level 2.

Dalam Inmendagri yang terbaru No.41 Tahun 2021, lima daerah di NTB yang masih belum mampu keluar dari PPKM Leval 3 adalah Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Sedangkan lima daerah yang turun ke level 2 adalah Bima, Dompu, Kota Bima, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Iklan

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., yang dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 7 September 2021 mengatakan, lima daerah yang turun menjadi PPKM Level 3 menunjukkan upaya yang dilakukan Pemda bersama TNI/Polri sampai Pemerintah Desa/Kelurahan membuahkan hasil.

‘’Kenapa banyak kabupaten/kota yang turun ke level 2. Karena NTB dan NTT tertinggi penurunan kasusnya di daerah luar Jawa dan Bali,’’ kata Eka.

Dikatakan, dalam penanganan Covid-19 di NTB berpedoman pada Surat Edaran Gubernur No. 180 Tahun 2021. Selain itu, NTB juga mengacu pada Instruksi Mendagri.

Dalam Inmendagri tersebut, Pemerintah Pusat menargetkan jumlah testing yang harus dilakukan Pemda dalam sehari. Untuk Kota Mataram sebanyak 369 testing, Lombok Timur 889 testing, Lombok Utara 33 testing, Sumbawa 340 testing dan Sumbawa Barat 23 testing. Kemudian, Bima 73 testing, Dompu 189 testing, Kota Bima 26 testing, Lombok Barat 104 testing dan Lombok Tengah 141 testing per hari.

Eka mengatakan tracing dan testing menjadi kunci agar suatu daerah bisa keluar dari PPKM Level 3. Jika tracing dan testing semakin masif, maka positivity rate akan turun. Sehingga kasus Covid-19 akan melandai.

‘’Kalau tracing dan testing makin masif, kita temukan orang lebih awal, diobati lebih awal, angka kematiannya lebih rendah,’’ terangnya.

Sebelumnya, dalam Inmendagri No. 37 Tahun 2021, Pemerintah Pusat menurunkan target jumlah testing per hari menjadi 1.617 orang di NTB. Dengan rincian, Kota Mataram 70, Bima 11, Kota Bima 34, Lombok Barat 29, Lombok Tengah 40, Lombok Timur 15, Lombok Utara 19, Sumbawa 36, Sumbawa Barat 40 dan Dompu 1.323 orang per hari. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional