TPS Ilegal Makin Marak

Salah satu TPS ilegal di pasar Monjok, Selasa, 3 Maret 2020. Pemkot belum bisa mengatasi banyaknya TPS ilegal di beberapa lokasi di Mataram. Tulisan besar berupa larangan membuang sampah pun tidak dihiraukan warga. (Suara NTB/viq).

Mataram (Suara NTB) – Makin banyaknya tempat pembuangan sementara (TPS) sampah ilegal menyulitkan pengelolaan sampah di Mataram. Hal itu masih menjadi problem Pemerintah Kota Mataram dalam menyukseskan program Zero Waste (sampah nihil).

Asisten II Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura mengatakan, maraknya TPS Ilegal di Mataram membuat kewalahan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Mataram dalan menangani sampah. “Karena TPS yang legal mengaturnya saja masih kewalahan. Apalagi ditambah dengan TPS ilegal. Pasti akan tambah semrawut,” kata Mahmuddin, Selasa, 3 Maret 2020.

Iklan

Seharusnya jelas dia, membuang sampah di Mataram sudah diatur ke mana dan pada pukul berapa hingga pukul berapa. Dalam ketetapan pemberlakuan pembuangan sampah di Mataram, dimulai sejak pukul 18:00 Wita hingga pukul 06:00 Wita. “Tapi masih saja tidak bisa teratur. Saya rasa juga untuk menindak itu sulit dilakukan, karena saya lihat warga kita tidak mau ambil pusing untuk melapor jika ada yang buang sampah di TPS Ilegal,” katanya.

Untuk itu jelas Mahmuddin, perlu ada sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung masalah sampah di Mataram. “Salah satu opsinya kan adanya pemasangan CCTV ini untuk memantau beberapa lokasi yang masih menjadi TPS Ilegal,” jelasnya.

Dinilainya, terkait adanya Perda sampah sebagai penindakan pembuang sampah sembarang, perlu diKoordinasikan terlebih dahulu dengan DLH kota Mataram. Sebab, menurut Mahmuddin, membuang sampah ke TPS Ilegal selama ini masih marak. Kondisi ini jelasnya, Pemkot Mataram harus segera menyediakan TPS Legal. “Harus diperbanyak,” katanya.

“Jadi harus dilihat master plannya. Pemyebaran TPS di Mataram juga harus sesuai dengan kepadatan penduduk,” katanya. Mahmuddin mempertanyakan, sejauh ini apakah Sarpras untuk sampah di Mataram  sudah lengkap atau tidak? Ketika sudah lengkap, kata dia, barulah bisa dilakukan penindakan. “Jadi selama Sarprasnya belum lengkap belum bisa kita tindak,” cetusnya.

“Tapi, jika susah memadai Sarprasnya baru bisa diberikan hukuman yang tidak berat. Mungkin Penjara semalam saja, seperti di Surabaya,” jelasnya. Mahmuddin menilai, pembuang sampah sembarangan di Mataram belum pernah di diberikan efek jera. “Mungkin kalau sudah ada yang ditindak baru ada yang kaget. Yang jelas Sarprasnya harus siap dulu baru bisa melakukan penindakan,” tutupnya. (viq)