TPP ASN Segera Cair

Sejumlah pegawai menghadiri proses serah terima jabatan Walikota dan Wakil Walikota Mataram di aula pendopo Walikota Mataram, Jumat, 26 Februari 2021. Pemerintah pusat telah menyetujui usulan pembayaran TPP ASN dan akan dicairkan pekan depan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Setelah menunggu proses lama, akhirnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyetujui pengajuan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) di Lingkup Pemkot Mataram. Penghasilan tambahan aparatur sipil Negara (ASN) itu segera cair. Proses administrasi diserahkan ke masing – masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Kemendagri menyetujui usulan pembayaran TPP tanggal 15 Februari pekan kemarin. Perhitungan pembayaran TPP masing – masing satuan kerja perangkat daerah mengacu ke peraturan Walikota. Model penentuannya disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. M. Syakirin Hukmi ditemui, Jumat, 26 Februari 2021 dilihat dari beban kerja dan prestasi kerja. Detail teknis penghitungan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Mataram. “Sekarang tergantung dari OPD untuk pengajuannya,” kata Syakirin.

Iklan

Syakirin mempersilakan OPD untuk segera mengajukan pencairan pembayaran TPP ASN. Pihaknya akan memproses dan diprediksi akan cair awal Maret pekan depan. Akan tetapi, pencairan ini tergantung dari kesiapan masing – masing perangkat OPD dalam melaksanakan kegiatannya. “Iya, silakan saja diajukan dulu,” ucapnya.

Selain mendapatkan TPP, pejabat setingkat eselon II dan III juga memperoleh honor tim. Khusus pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas boleh mendapatkan honor dari dua kegiatan. Sedangkan, pejabat setingkat kepala bidang, kepala bagian dan sekretaris bisa mendapatkan honor dari tiga kegiatan. Honor tambahan diluar TPP diatur dalam peraturan presiden. “Ndak masalah karena ini diatur sesuai Perpres,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, penentuan TPP diperoleh ASN dihitung berdasarkan kelas jabatan, beban kerja dan prestasi kerja. Penghitungan masih dilakukan secara manual karena server belum tersedia untuk menjalankan aplikasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi. “Kita akan lihat berdasarkan SKP harian, mingguan dan bulanan yang dibuat,” kata Nelly.

Artinya, antara satu ASN dengan ASN memperoleh pendapatan berbeda – beda, tergantung dari kelas jabatannya. Pihaknya menargetkan form penilaian akan diedarkan ke OPD, sehingga ditargetkan pekan pertama di bulan Maret sudah bisa dibayarkan TPP tersebut. “Insya Allah, setelah gajian awal bulan dijanjikan sudah bisa dicairkan,” demikian kata Nelly. (cem)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional