TP4D Tegur Dikbud NTB, Proyek Kapal Rp 24 Miliar Diduga Tak Sesuai Spek

Dedi Irawan dan Muh. Suruji (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Proyek pembuatan kapal senilai Rp 24 miliar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB  terindikasi tidak sesuai spesifikasi. TP4D yang melakukan pendampingan proyek ini melayangkan teguran agar segera dilakukan perbaikan.

Proyek pengadaan 11 unit kapal itu dengan bahan fiberglass, saat ini dalam proses pengerjaan oleh CV. SFM selaku pemenang lelang.  Proyek disebut  alat praktik SMK Nautika Kapal Penangkap Ikan (kapal latih) ini, bersumber dari APBD 2008 dengan nilai Pagu Paket Rp 24.585.000.000.

Iklan

Juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH.,MH mengungkapkan, setidaknya tiga kali TP4D turun cek fisik proyek tersebut. Dari supevisi itu, ditemukan pada proses pengerjaan ada kekurangan spek. ‘’Kemudian TP4D mengeluarkan rekomendasi dan teguran. Isinya, agar dilakukan perbaikan sesuai dengan spek,’’ kata Dedi Irawan kepada Suara NTB, Senin (3/11).

Saat ini kontrak masih terus berjalan. Pengerjaan 11 unit kapal untuk sejumlah SMK di NTB oleh Dikbud Provinsi NTB tersebut berlangsung di galangan kapal di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Pihaknya terus memantau progress perbaikan sesuai dengan rekomendasi.

‘’Apa yang jadi rekomendasi TP4D disarankan untuk dilakukan perbaikan, agar pengerjaan sesuai dengan kontrak,’’ paparnya. Namun tidak disebutkan item apa saja yang tidak sesuai kontrak dimaksud. ‘’Tapi intinya, harus dilaksanakan sesuai kontrak,’’ tegasnya.

Berdasarkan dokumen lelang diperoleh Suara NTB, pengadaan  proyek itu dengan metode e-Lelang umum, dengan nilai HPS paket Rp 24.575.184.700.  Jenis kontrak cara pembayaran lump sum.

Ke 11 unit kapal itu diperuntukkan bagi SMKN 1 Seteluk – Sumbawa Barat,  SMKN 1 dan SMKN 4 Bima, SMKN 4 Kota Bima,SMKN 2 Manggalewa, SMKN 1 Kilo dan SMKN 1 Kempo, Kabupaten Dompu.  Kemudia, untuk SMKN 1 Sekotong  Lombok Barat, SMKN 1 Lopok dan SMKN 1 Plampang  Sumbawa Besar, SMKN 1 Kayangan Lombok Utara.

Tidak Ada Penyimpangan

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB membantah adanya teguran dari TP4D terkait pengadaan kapal untuk SMK. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji mengatakan, bahwa TP4D melakukan pengawalan dari proses penyusunan dokumen sampai penyelesaian.

‘’Yang benar, dikawal dari proses penyusunan dokumen sampai finishing atau penyelesaian. Jika ada yang kurang atau tidak sesuai, langsung diarahkan,’’ ujar Suruji dikonfirmasi Senin, 3 Desember 2018.

Suruji menegaskan, tidak ada penyimpangan dari pengadaan kapal itu, karena prosesnya dikawal dengan ketat. Selain itu tidak ada satu bagian yang kurang atau tidak sesuai spesifikasi. Ia juga tidak menyebutkan bagian apa saja yang menjadi masukan oleh TP4D selama proses pengadaan kapal bagi SMK itu. ‘’Insya Allah tidak ada penyimpangan karena dikawal ketat,’’ tegasnya.

Pengadaan kapal itu diperuntukkan kepada SMK Kemaritiman di seluruh NTB. Suruji juga menegaskan, tidak ada kata tidak sesuai spesifikasi sebelum serah terima dilakukan. ‘’Tidak ada kata tidak sesuai sebelum serah terima,’’ ujarnya.

Kapal itu akan menjadi bagian dari praktik siswa SMK Kemaritiman di seluruh NTB. Suruji menyampaikan, baru saja selesai dilakukan pelatihan pengoperasian kapal itu. ‘’Kemarin baru selesai pelatihan pengoperasian,’’ katanya. (ars/ron)