Total Kasus Terkonfirmasi Positif 3.279 Orang, 2.561 Pasien Sembuh

Peta perkembangan kasus Covid-19 di NTB hingga Minggu, 27 September 2020. (Sumber : Pemprov NTB)

Mataram (Suara NTB) -Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh di NTB terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat total kasus positif hingga Minggu, 27 September 2020, sebanyak 3.279 orang setelah adanya penambahan kasus baru 17 orang. Sedangkan jumlah pasien sembuh sebanyak 2.561 orang, setelah adanya penambahan 4 orang.

Selain penambahan kasus baru dan pasien sembuh, Gugus Tugas juga mencatat tambahan satu pasien meninggal. “Dengan adanya tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, 4 tambahan sembuh baru, dan satu kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 3.279 orang, dengan perincian 2.561 orang sudah sembuh, 195 meninggal dunia, serta 523 orang masih positif,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si di Mataram, Minggu malam, 27 September 2020.

Iklan

Gita menjelaskan, pada Minggu, 27 September 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB sebanyak 103 sampel. Dengan hasil 75 sampel negatif, 11sampel positif ulangan, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, yaitu pasien nomor 3263, inisial NN, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB.

Pasien nomor 3264, inisial S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Sengkereng, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 3265, inisial SBH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB.

Pasien nomor 3266, inisial IPS, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 3267 inisial AKN, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB.

Pasien nomor 3268, inisial ES, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 3269, inisial F, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB.

Pasien nomor 3270, inisial SNH, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 3271, inisial MSAK, laki-laki, usia 6 bulan, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB.

Pasien nomor 3272, inisial BR, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 3273, inisial R, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Nangawera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima.

Pasien nomor 3274, inisial LM, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB. Pasien nomor 3275, inisial MHBA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Rembiga, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Pasien nomor 3276, inisial MFA, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong. Pasien nomor 3277, inisial MAI, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Pasien nomor 3278, inisial RNA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Gresik, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalaninisial Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong. Pasien nomor 3279, inisial A, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.

Sedangkan 4 pasien yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, kata Sekda NTB ini yaitu pasien nomor 2955, inisial H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Kemuduan, pasien nomor 3130, inisial M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Gelumpang, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

Selanjutnya, pasien nomor 3131, inisial ZH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Gelumpang, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Dan asien nomor 3172, inisial H, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Lenek Lauk, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur.
“Hari ini juga terdapat penambahan satu kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3279, inisial A, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid,” kata Gita.

Sekda menjelaskan berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 2978 yang semula diumumkan penduduk Desa Keruak, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Bahwa pasien sesungguhnya penduduk Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, lanjutnya, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. “Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” harapnya.

Hingga Minggu, 27 September 2020, jumlah Kasus Suspek sebanyak 11.562 orang dengan perincian 321 orang (3%) masih dalam isolasi, 81 orang (1%) masih berstatus probable, 11.160 orang (96%) sudah discarded. Kemudian jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 24.487 orang, terdiri dari 2.015 orang (8%) masih dalam karantina dan 22.472 orang (92%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 76.984 orang. Pelaku perjalanan yang masih menjalani karantina sebanyak 1.004 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 75.980 orang (99%). (nas)