Tolak Mutasi Dokter, Warga Kempo Segel Puskesmas

Dompu (Suara NTB) – Ratusan warga Kempo melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar dokter Adhar yang dimutasi ke RSUD Dompu dikembalikan. Mereka menyegel Puskesmas Kempo setelah sebelumnya memblokir jalan sebagai bentuk protes atas kebijakan mutasi dimaksud.

Kekurangan dokter di Puskesmas harus diatasi, dan dokter Adhar dinilai warga memiliki pelayanan yang baik dan mudah berkomunikasi dengan warga.

Aksi unjuk rasa warga, Jumat, 22 Juli 2016, berasal dari beberapa Desa di Kecamatan Kempo, laki dan perempuan. “Saya coba dengar keluhan masyarakat, hampir 40 orang bersuara sama. Mereka menilai, dr Adhar telaten dan bisa diajak berkomunikasi. Ia bahkan rela mendatangi pasien ke rumah – rumahnya,” kata Andi Bakhtiar, A.Md.Par anggota DPRD Dompu asal Kempo.

Andi juga mengaku, sempat menelusuri dugaan massa dibayar untuk melakukan aksi penolakan mutasi. Ia tidak menemukan adanya unsur massa dibayar, tapi rata – rata massa bersatu karena pernah mendapat pelayanan dari dr Adhar. “Saya tidak menemukan adanya indikasi massa dibayar,” katanya.

Kapolsek Kempo, Iptu I Made Santika kepada Suara NTB mengatakan, pada Jumat pagi massa melakukan aksi secara damai dan diikuti oleh puluhan orang. Setelah shalat Jumat, massa sempat memblokir jalan raya depan Puskesmas karena perwakilan dari Pemda yang akan menjelaskan soal mutasi dr Adhar belum hadir. “Atas perintah pimpinan, kita buka paksa blokir jalan,” katanya.

Setelah akses jalan raya dibuka, massa kemudian menutup pintu gerbang Puskesmas dan berlanjut menyegel kantor puskesmas Kempo (unit layanan kesehatan). Sementara untuk IGD tidak disegel, tapi sempat ditutup warga. “Kita sedang melakukan pendekatan agar tidak disegel, karena ini terkait tempat pelayanan umum,” ungkap Md Santika.

Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Gatot Gunawan, SKM, M.MKes yang dihubungi terpisah mengatakan, dr Adhar yang bertugas di Puskesmas Kempo SK pengangkatannya sebagai CPNS jalur khusus dokter beberapa waktu lalu di Puskesmas Rasabou Huu. Atas permintaannya dan pertimbangan dinas, sehingga ia ditugaskan dengan nota dinas di Puskesmas Kempo. “Karena kekurangan dokter di RSUD dan di Puskesmas Kempo ada tiga dokter umum, sehingga ia ditarik ke RSUD,” jelas Gatot Gunawan.

Gatot juga mengatakan, dr Adhar beberapa kali sudah dibina pihaknya hingga IDI Kabupaten Dompu. Karena ia sering berselisih paham dengan pegawai di Puskemas Kempo dan suka membuka persoalan internal ke pihak luar hingga media sosial. Bahkan pada 20 Juli sekitar pukul 21.21 wita lalu, ia sempat membuat status atas keputusan mutasi dirinya yang menilai dirinya belum waktunya dimutasi. (ula)