TNI Siapkan Tempat Isolasi Terpadu Warga Positif Covid-19

Aparat TNI dan kepolisian membersihkan area bangunan eks Puskesmas Mantang yang akan dijadikan tempat isolasi terpadu warga positif covid-19.(Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Selain menyiapkan lokasi isolasi bagi penderita Covid-19 di semua desa, Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) bersama kepolisian dan pemkab Loteng menyiapkan pusat isolasi terpadu di tiga lokasi. Penyiapkan pusat isolasi terpadu tersebut didasarkan pembagian zona wilayah, dengan pembagian empat kecamatan dimasing-masing zona.

Zona utara dipusatkan di Desa Mantang, zona tengah di Ilira Hotel serta zona selatan di Desa Rembitan. “Ruang isolasi ini memanfaatkan tempat-tempat strategis seperti hotel, rumah, atau gedung-gedung pertemuan yang sementara tidak dipakai, kemudian nantinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” sebut Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf.  I Putu Tangkas Wiratawan, S.IP., Sabtu, 24 Juli 2021.

Iklan

Ia menjelaskan, pusat isolasi terpadu itu nantinya diharapkan bisa menampung pasien terpapar Covid-19 yang ingin isolasi mandiri atau tanpa gejala. Supaya bisa mencegah penyebaran Covid-19 dari klaster keluarga. Mengingat, sejak ada kebijakan isolasi mandiri ada banyak pasien Covid-19 yang kemudian memilih untuk melakukan isolasi mandiri.

Persoalannya, ketika banyak yang memilih melakukan isolasi mandiri jadi sulit diawasi oleh petugas kesehatan. Karena jumlah petugas kesehatan yang bisa melakukan pengawasan bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri sangatlah terbatas. Berharap dukungan aparat juga tidak akan bisa maksimal pengawasan.

“Kalau yang isolasi mandiri ditempatkan satu tempat, pengawasan dan pengawalanya akan jauh lebih mudah dan efektif. Petugas kesehatan serta aparat bisa lebih maksimal melakukan pemantauan,” sebutnya.

Tidak kalah penting, dengan adanya pusat isolasi terpadu tersebut diharapkan bisa mengantisipasi penyebaran Covid-19 antar keluarga. Dengan kata lain bagi yang sudah terpapar Covid-19 tidak menularkan ke keluarganya yang lain. Jadi anggota keluarga lainnya lebih terlindung, dari pada harus isolasi mandiri bersama anggota keluarga lainnya.

“Ketika satu orang positif melakukan isolasi mandiri di rumah, hal ini tentu akan menyulitkan tenaga kesehatan melakukan pengawasan. Terlebih, jika kondisi rumahnya tidak layak, kemungkinan besar malah justru dapat menimbulkan penularan dalam keluarga tersebut. Sehingga perlu ada tempat isolasi terpadu yang tentunya refresentatif,” papar Tangkas. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional