TNI-Polri Patroli Skala Besar, Ibadah Peringatan Wafatnya Isa Almasih Berlangsung Kondusif

Kasatsamapta Polresta Mataram Gede Sumadra bersama salah satu pendeta GPIB Immanuel Bung Karno, Jumat, 2 April 2021 memantau jalannya ibadah Jumat Agung dalam rangkaian ibadah Peringatan Wafatnya Isa-Almasih.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Patroli skala besar TNI-Polri menggelar pengamanan rangkaian hari raya peringatan Wafatnya Isa-Almasih, Jumat, 2 April 2021 di seluruh wilayah NTB. Ibadah Misa Kamis Putih dan Jumat Agung berlangsung kondusif. Patroli akan terus digelar sampai perayaan Paskah Minggu, 4 April 2021.

Kondusifnya wilayah ini tampak dari kekhusukkan jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Bung Karno Mataram. Pelaksanan ibadah berjalan lancar meskipun dengan pembatasan kegiatan di masa pandemi Covid-19. “Dalam kondisi ini jemaat antusias datang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap Ketua Harian IV Pengurus GPIB Immanuel Bung Karno Mataram Edy Suksmono saat ditemui di sela-sela pelaksanaan ibadah.

Iklan

Dia mengatakan sebanyak 354 jemaat hadir memenuhi ruangan gereja. Sebelum masuk, para jemaat diwajibkan mencuci tangan. Selama berada di dalam gereja pun, pelaksanaan ibadah diterapkan penjagaan jarak. “Yang hadir hampir dua kali lipat dari kemarin (ibadah Kamis Putih) karena ini hari besar. Kami bersyukur kami tetap bisa beribadah walaupun ada penerapan protokol kesehatan,” kata Edy.

Peringatan Wafatnya Isa-Almasih, sambung dia, menjadi momen introspeksi jemaat terhadap kondisi kekinian. Diantaranya keselamatan manusia di masa pandemi Covid-19. “Kita ditekankan mengenang Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dengan mengorbankan dirinya,” ucap Edy. Edy mengingatkan umat Kristiani untuk menerapkan ajaran Yesus Kristus dalam berbuat di masyarakat. Dalam hal ini implementasinya mengikuti aturan pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19. Serta menjauhkan rasa takut dari ancaman teror.

“Dalam hal ini kita pasti diselamatkan. Itu bukan suatu titik lemah kita. Kita berupaya introspeksi dalam bertoleransi terhadap umat lain. Kita peduli terhadap lingkungan dan tidak membeda-bedakan sesama. Kita warga Kristiani harus menyatu dalam setiap kegiatan masyarakat,” pesannya. Karo Ops Polda NTB Kombes Imam Thobroni menjelaskan, pihaknya menggelar pengamanan secara maksimal dengan mengerahkan personel untuk melaksanakan patroli skala besar.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena TNI-Polri dan Satpol PP sebagai perwakilan negara mengamankan tempat ibadah tersebut,” ujarnya usai apel kesiapan di Mapolda NTB. Patroli skala besar ini melibatkan personel bersenjata lengkap. Pengerahannya menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Serta mobil lapis baja. Pengamanan ini sebagai antisipasi aksi teror yang menyasar tempat ibadah.

“Secara umum kondisi keamanan kondusif. Masih ada operasi penyakit masyarakat yang dilaksanakan berkaitan dengan kasus krminialitas. Kita patroli secara intens termasul patroli skala besar pengamanan tempat ibadah ini,” jelasnya. Imam menyebutkan 250 personel tergabung dalam patroli skala besar yang mengamankan tempat ibadah umat Kristiani dan Katholik. Pengamanan tetap melekat dalam setiap kegiatan ibadah yang dilaksanakan pihak gereja.

Pengamanan meliputi 20 gereja di Mataram, Di Lombok Barat satu gereja, Lombok Tengah lima gereja, Sumbawa 11 gereja,  Itu kita amankan. Kita gunakan patroli skala besar, kita datangi, kita sambangi beri imbauan,” ucapnya. Upaya pengamanan khusus pun sudah dilaksanakan. Seperti sterilisasi gereja sebelum dan sesudah dilaksanakan ibadah. “Setiap pengunjung yang akan masuk diperiksa baik barang bawaannya maupun pemeriksaan badan,” tandas Imam. (why)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional