TNI AL Amankan Enam Terduga Pelaku “Illegal Fishing” di Perairan Gili Sulat

Mataram (suarantb.com) – Menjaga keberlangsungan ekosistem laut menjadi atensi Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Mataram. Petugas gabungan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB dan Pos TNI AL (Posal) Selat Alas, berhasil menangkap pelaku penangkapan ikan secala ilegal (illegal fishing) dengan bahan peledak, Rabu, 2 November 2016.

Betempat di Perairan Gili Sulat, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur dilakukan penangkapan terhadap enam pelaku diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Komando Pangkalan Angkatan Laut Mataram, Kolonel Marinir Djentayu Suprihandoko, menjelaskan kronologis penangkapan berdasarkan informasi adanya penangkapan ikan secara ilegal.

Iklan

foto 2

Kapal yang digunakan pelaku menangkap ikan dengan bahan peledak di Perairan Gili Sulat, Lombok Timur, Selasa, 2 November 2016 (suarantb.com/szr)

“Petugas Perikanan mendapat informasi bahwa ada kapal yang sedang melaksanakan pengeboman ikan di laut. Kemudian berkoordinasi dengan Posal Selat Alas untuk menyusun rencana penangakapan pelaku pengebom ikan tersebut,” ujarnya saat ditemui suarantb.com, Rabu, 2 Oktober 2016.

Sekitar pukul 08.00 Wita, anggota Posal Selat Alas beserta Petugas Perikanan melakukan pengintaian melalui darat. Beberapa jam kemudian terlihat kapal sedang melakukan pengeboman ikan. Petugas gabungan akhirnya melakukan pengejaran.

“Sekitar pukul 12.00 Wita, kapal tersebut berhasil ditangkap. Enam pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan menuju Mako Lanal Mataram untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Keenam pelaku diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal yaitu, AI (37), IS (25), SP (26), AN (25), AP (25), dan RS (23). Keenamnya merupakan nelayan asal Dusun Timburan, Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu boks besar ikan diduga hasil bom, satu unit mesin kompresor lengkap dengan selang, satu buah perahu dan sampan, dan enam buah panah. (szr)