TKI Sumbang Rp 2,5 Triliun Per Tahun ke Daerah

Mataram (suarantb.com) – Kontribusi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB untuk keuangan di daerah sangat luar biasa. Remitansi yang dikirimkan TKI setiap tahunnya mencapai Rp 2,5 triliun.

Demikian disampaikan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam sambutan acara rapat koordinasi Program Poros Sentra Layanan TKI Terintegrasi Daerah Asal di Provinsi NTB di Ruang Rapat Umum Kantor Gubernur, Selasa, 8 Nopember 2016.

Iklan

“Tenaga kerja asal NTB punya peran yang luar biasa dalam menggerakkan perekonomian di NTB. Kontribusi nyata yang diberikan saudara-saudara kita yang bekerja di luar negeri ini untuk daerah dalam setahun sekitar Rp 2,5 triliun,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah APBD NTB tahun 2016 jumlah Rp 2,5 triliun tersebut melebihi setengah dari APBD provinsi. Dan jika dibandingkan dengan APBD kabupaten/kota, jumlah tersebut bisa sama dengan jumlah APBD kabupaten/kota.

“Atau bahkan ada kabupaten/kota di NTB yang APBD-nya kurang dari Rp 2,5 triliun,” tambahnya.

Peran ini menurut TGB sudah bisa menjadi alasan kuat untuk sungguh-sungguh memperbaiki tata kelola TKI di NTB. Sehingga tidak ada lagi masalah yang menimpa TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri.

TGB menyebutkan hasil dari diskusi dengan pihak Dubes RI yang pernah berkunjung ke NTB menjelaskan penyebab permasalahan TKI di luar negeri banyak yang berasal dari hulu. Proses pengeluaran dokumen keberangkatan yang sulit dan biaya yang besar membuat TKI memilih jalur non prosedural.

Oleh karena itu, TGB meminta daerah memperbaiki sistem pelayanan calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri. Dengan menyediakan layanan yang manusiawi, yang tidak merugikan TKI. “Sehingga nanti mereka bisa bekerja dalam kondisi psikologis yang bagus. Karena mereka sudah dihargai sejak di dalam negeri,” jelasnya.

  Pemprov NTB dan DPIM Tandatangani LoI

“Kalau kita tidak bisa memberikan kepada mereka piagam orang per orang yang telah bekerja mengirim uang kemari, menggerakkan perekonomian untuk Indonesia khususnya untuk NTB, paling tidak kita bisa menyiapkan fasilitas pelayanan yang manusiawi, yang berkualitas, transparan. Saya pikir itulah minimum effort yang bisa kita berikan untuk saudara-saudara kita,” pungkasnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here