TKI Pulang Kampung , Yang Legal Masuk Daftar ODP, Ilegal Sulit Dideteksi

Salah seorang TKW yang pulang kampong difasilitasi BP3TKI. (Suara NTB/ist)

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB memastikan pihaknya sudah memiliki protokol yang ketat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona. Khusus  Pekerja Migran Indonesia (PMI) atai TKI asal NTB yang pulang kampong, langsung masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP).

KADISNAKERTRANS Provinsi NTB, Dr. H. Agus Patria dikonfirmasi Suara NTB menyampaikan, pihaknya mencatat dengan ketat seluruh PMI yang pulang kampung. Hal itu dilakukan untuk mengontrol dan memantau kondisi kesehatan mereka, terutama untuk memastikan apakah mereka bebas dari penularan Corona atau tidak.

Iklan

‘’Jadi protapnya sama saja, seluruh datanya kita berikan ke dinas kesehatan, karena ada proses pemeriksaan bagi semua orang yang dari luar itu termasuk PMI. Mereka akan tetap dipantau dan dimasukkan kedalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP). Lebih-lebih mereka yang berasal dari daerah pendemi, pasti masuk dalam pantauan,’’ ujar Agus Patria, Senin, 23 Maret 2020.

Seluruh PMI yang pulang kampung itu, sebelum mereka berkumpul dengan keluarganya akan dicek kesehatannya. Jika ditemukan ada gejala panas tinggi, maka dipastikan mereka akan di isolasikan dulu supaya tidak menularkan kepada yang lain.

‘’Untuk yang sudah pulang ini memang belum ada yang ditemukan positif Corona, tapi mereka semua dimasukkan dalam pengawasan. Sehingga PMI kita yang pulang ini yang menyebabkan data ODP kita terus meningkat,’’ sebutnya.

Disebutkan Agus bahwa dari data yang mereka himpun sudah ada ratusan PMI asal NTB yang pulang kampung, dari bulan Februari-Maret. Mereka semua yang sudah pulang itu masuk dalam pemantauan. Pasalnya para PMI tersebut tergolong sebagai Orang Dengan Risiko (ODR).  ‘’Ada ratusan yang sudah pulang, pada bulan Februari-Maret. Semua yang dari luar itu masukkan dalam pemantauan,’’ ungkap Agus.

Untuk pemantauan bagi PMI yang berasal dari jalur legal katanya,  relatif semua bisa dipantau kondisi kesehatannya. Namun yang masih jadi pekerjaan besar ada pada TKI yang berasal dari jalur ilegal tapi pulang kampung, hal itu sulit dideteksi.

‘’Untuk yang ilegal ini memang tidak bisa terdata. Kalau yang legal terdata semua, yang ilegal ini yang susah. Makanya kita apresiasi langkah para bupati yang mengimbau kepada para kepala desa untuk melaporkan jika mengetahui ada PMI ilegal yang pulang, untuk didata dan diperiksa. Sebab yang ilegal ini pakai visa kunjungan, tapi ternyata mereka kerja di sana,’’ katanya.

Selain itu, sebagai upaya pencegahan, pihaknya juga meminta PJTKI agar mereka berkoordinasi dengan perusahaan penempatan PMI di luar negeri. Supaya tak memulangkan dulu TKI untuk sementara waktu ini, sampai situasi kondisi penyebaran virus Corona ini mereda.

‘’Kita harapkan jangan dulu pulang (cuti) karena kalau mereka terjangkit penyakit terus pulang bisa menularkannya kepada keluarga dan masyarakat di kampungnya. Karena itu sebaiknya tetap di sana dulu sampai dengan situasi mereda. Tapi untuk mereka yang kontraknya habis, silakan pulang tapi dengan mematuhi protap yang ada,’’ pungkasnya.

Terpisah, Wakil Rakyat di DPRD NTB menyoroti secara khusus penanganan bagi para TKI yang pulang kampung tersebut. Mereka berharap ada penanganan khusus yang diberikan kepada para TKI yang pulang kampung, yakni dengan memberikan pemeriksaan ketat sebelum mereka berkumpul bersama keluarganya di kampung halaman.

‘’Karena itu saya mendesak gubernur untuk menyeleksi, ketat supaya kita tahu. Contoh TKI/TKW kita kan mereka dari luar, lolos ke NTB kita tidak tahu mereka bawa penyakit atau tidak. Karena itu harus ada alat yang di bandara untuk mengetes apakah orang itu sehat atau tidak,’’ ujar Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Menurutnya, harus ada langkah antisipatif yang dilakukan terhadap para TKI dan TKW yang pulang kampung tersebut. Minimal mereka harus dikarantina lebih dulu sampai mereka dinyatakan negatif Corona, baru diperbolehkan untuk pulang berkumpul bersama keluarga. Hal itu dilakukan demi mencegah masuknya Corona ke NTB.(ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional