TKI Asal Bima Dikabarkan Meninggal Tidak Wajar di Malaysia

Bima (Suara NTB) – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Rasabou Kecamatan Bolo, bernama Iwan Setiawan dikabarkan meninggal dunia di negara Malaysia akhir pekan lalu. Diduga meninggalnya pria berusia 30 tahun itu secara tidak wajar.

Nenek almarhum, Aminah Yasin kepada Suara NTB, Jumat, 7 April 2017 mengatakan, sebelum dikabarkan meninggal, pihak keluarga hanya mengetahui bahwa almarhum ditahan kepolisian Malaysia, karena masa izin paspornya telah habis.

Iklan

“Kami tahunya selama tiga bulan ditahan. Tapi Sabtu (1/4) kemarin, dikabarkan telah meninggal dunia,” katanya.

Sementara kerabat dekat korban, Suharti mengaku, meninggalnya almarhum masih menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Pasalnya setelah dinyatakan meninggal akibat terkena serangan jantung di salah satu rumah sakit di Malaysia, langsung dikuburkan.

“Meninggalnya dan proses penguburan dikabarkan oleh Hasan, ayah tirinya, melalui sambungan telepon seluler pada Rabu, 5 Maret,” katanya.

Sebelum dinyatakan meninggal, pihak keluarga yang berada di negara Malaysia berusaha untuk mengurus segala keperluan jenazah, agar bisa dikebumikan di Indonesia. Hanya saja tidak membuahkan hasil karena petugas tidak memberikan izin karena banyak kendala.

“Selama empat hari mengurus namun hasilnya nihil, sehingga terpaksa dikuburkan di Malaysia,” terangnya.

Meski demikian, pihak keluarga tetap berupaya memulangkan jenazah almarhum. Hal tersebut telah dilaporkan kepada SKPD terkait untuk membantu proses pemulangan jenazah.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu proses pemulangan jenazah almarhum,” harapnya.

Terpisah, Kabid Pembinaan dan Penempatan Ketenangakerjaan Disnaker Kabupten Bima, H. Mustafa H. Ar, dikonfirmasi mengakui adanya hal itu. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan untuk memulangkan jenazah korban.

“Tengah diupayakan untuk memulangkan. Mudah-mudahan tidak ada kendala karena korban sudah dikebumikan,” katanya

Terkait penyebab meninggalnya korban, sampai saat ini belum diketahui pasti. Hanya saja, menurut inforrmasi yang diterima, korban diduga meninggal setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit.

“Mengenai penyebabnya akan ditelusuri. Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenlu dan BP3TKI untuk memastikannya, supaya ada kejelasan,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here