TIU dan TWK Jadi Momok bagi Pelamar CPNS

Sejumlah pelamar mengantre di bawah tenda pengesahan kartu di SMKN 3 Mataram. TIU dan TWK jadi momok bagi pelamar. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satu persatu pelamar calon pegawai negeri sipil di Kota Mataram, berguguran. Tes Intelegensi Umum dan Tes Wawasan Kebangsaan jadi momok bagi peserta seleksi kompetensi dasar. Meskipun Badan Kepegawaian Negara menurunkan nilai ambang batas.

Data diterima Suara NTB hingga hari keempat pelaksanaan tes SKD. Pelamar yang tidak memenuhi passing grade TIU mencapai 703 orang, disusul TWK 499 orang dan TKP 384 orang. Nurhidayah tak bisa menutupi kekecewaanya. Usai ke luar dari ruang tes raut wajahnya sedih. Hasil tes diperoleh tak memuaskan.

Iklan

Dia pun terpaksa mengubur mimpinya menjadi pegawai negeri sipil tahun ini. Pasalnya, skor nilai tes wawasan kebangsaan diperoleh 50. Sedangkan, TIU dan TKP masing-masing 115 dan 130.

“Terlalu panjang soalnya TWK. Saya kehabisan waktu,” jawabnya ditemui, Jumat, 7 Februari 2020.

Dia merasa waktu 90 menit tidak cukup untuk menjawab 100 soal. Dibutuhkan manajemen waktu untuk menjawab masing-masing soal. Namun, pelamar asal Bima yang mengambil formasi guru kelas tak pantang menyerah. Meskipun dua kali gagal, ia akan kembali mendaftar pada penerimaan calon pegawai negeri sipil berikutnya.

“Tahun depan saya akan coba lagi,” timpalnya.

Pelamar lainnya, Nurul Hizatul Akbar terlihat bersusah payah memasuki ruangan tes. Kakinya bengkak sehabis dioperasi akibat terkena pecahan botol. Dengan tertatih-tatih, ia menuruni anak tangga. Ibu satu orang anak ini mengambil formasi guru Bahasa Indonesia di SMPN 7 Mataram. Tetapi, ia harus gagal di SKD. Nilai TIU diperoleh 55. Sementara, TWK 70 dan TKP 145.

“Ndak lolos. Nilai TIU saya 55,” sebutnya.

Nurul juga merasa waktu 90 menit tidak cukup. Manajemen waktu benar-benar dibutuhkan untuk menjawab 100 pertanyaan. Diakui, 10 soal tidak bisa dijawab karena kehabisan waktu. Tes CPNS ini adalah kali kedua setelah di tahun 2019 lalu juga mendaftar. Meskipun dua kali gagal, ia tetap ikhtiar mewujudkan mimpinya sebagai aparatur sipil negara.

Dia akan tetap belajar dan mengatur waktu untuk menjawab 100 soal. Panitia Penerimaan CPNS Kota Mataram, Hidayatullah menyampaikan, Badan Kepegawaian Negara menurunkan bobot nilai. Tetapi, masih banyak pelamar yang gugur. Tes Intelegensi Umum dan Tes Wawasan Kebangsaan jadi momok bagi peserta. Tercatat hingga hari keempat 703 orang tidak lulus passing grade di TIU dan 499 orang di TWK.

“Walaupun sudah diturunkan nilainya. Tetap paling banyak TIU tempatnya jatuh,” katanya. Dia menyarankan pelamar pandai-pandai membagi waktu. Dan, memprioritaskan menjawab soal yang diyakini benar. Jika dirasa nilai tiap kategori soal telah memenuhi nilai ambang batas harus segera beralih ke soal lainnya. Fokus di satu soal akan kehabisan waktu.

“Mana soal yang diyakini betul itu dijawab dulu. Setelah itu pindah ke soal yang lain,” sarannya. (cem)