Titik Parkir Non Tunai Terus Bertambah

Seorang juru parkir di Jalan A A Gede Ngurah, Mataram, tengah membantu mengarahkan sepeda motor pengendara. Di sepanjang jalan tersebut pembayaran parkir masih manual. Tahun 2021 mendatang Dinas Perhubungan menargetkan seluruh pembayaran parkir di Mataram dilakukan dengan sistem non tunai.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubugan (Dishub) Kota Mataram menambah jumlah titik parkir dengan sistem pembayaran non-tunai. Dari semula di tiga lokasi, penerapan bayar parkir non-tunai saat ini telah tersedia di lima lokasi lainnya.

“Jadi bertambah lima. Satu di Toko Kue Madam, di Bank BCA Pejanggik dan Cakranegara, Bank BNI Pejanggik, kemudian BCA Sweta,” ujar Kepala Dishub Kota Mataram, M. Saleh saat memberi keterangan, Rabu, 16 Desember 2020. Jumlah titik parkir tersebut akan terus diperbanyak mengikuti kesiapan sistem dan server yang dimiliki pihaknya.

Diterangkan, selama dua minggu beroperasi di lima titik baru tersebut transaksi parkir dapat mencapai 10.000 transaksi per hari. “Ada yang bayar Rp1-2 ribu tergantung motor atau mobil, jadi dua minggu ini lebih dari Rp1 juta di masing-masing titik (pendapatannya),” jelasnya.

Untuk memperbanyak titik parker, pihaknya saat ini tengah membenahi kesiapan masyarakat untuk menerapkan pembayaran parkir non-tunai tersebut. Selain itu, edukasi bagi juru parkir (jukir) juga menjadi aspek penting. Mengingat penerapan sistem tersebut akan diserahkan ke masing-masing jukir yang beroperasi.

“Ini kita kerjasamakan juga dengan pihak eksternal seperti Bank NTB, Bank Indonesia dengan Qris, dan penyedia e-money seperti Gojek dengan Gopay dan lain-lain. Mereka akan kita minta ikut membantu mengedukasi masyarakat soal (pembayaran parkir non tunai) ini,” ujar Saleh.

Sampai akhir tahun mendatang pihaknya akan fokus memantapkan 8 titik yang telah disiapkan menjadi percontohan tersebut. Dengan demikian pada Januari 2021 mendatang penambahan jumlah titik parkir dapat dilakukan dengan lebih menyeluruh.

“Kita evaluasi dulu berapa bisa ditampung sekarang dari 8 titik ini. Januari kita bergerak lagi, sekarang kita tunggu respon dari Alfamart dan Indomaret untuk keterlibatannya di penerapan parkir non tunai,” jelasnya.

Sistem parkir non tunai diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan efisiensi retribusi parkir. Dicontohkan dari tiga titik di deretan Café Upnormal hingga Bakso Sum-Sum ala Jalanan di Jalan Bung Karno, Mataram, pada dua minggu pertamanya menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp458 ribu, dan Rp1.069.000 untuk jukir.

Sebelum diterapkan sistem tersebut retribusi parkir dari ketiga titik tersebut kurang dari Rp1 juta. Dengan penambahan tersebut, pihaknya berharap target retribusi parkir 2021 sebesar Rp18 miliar dapat dipenuhi. Pasalnya, untuk target tahun 2020 saat ini yang sebesar Rp12,5 miliar diakui cukup sulit tercapai, mengingat sampai mendekati akhir tahun hanya terpenuhi 14,60 persen. (bay)