Tips Atasi Grogi Berbicara di Depan Umum

Mataram (suarantb.com) – Grogi merupakan hal lumrah yang dialami seseorang ketika dihadapkan pada sesuatu yang baru, terutama saat berhadapan dengan khalayak atau orang banyak. Tak jarang ketika harus menyampaikan sesuatu di muka umum, kita diserang penyakit yang biasa dikenal dengan istilah demam panggung. Rasa gugup berlebihan, keringat dingin, bahkan hingga hilang akal menjadikan kita terlihat konyol. Padahal gagasan yang akan kita sampaikan merupakan hal yang sangat sederhana, atau bisa saja hanya sekadar ucapan salam.

Secara harfiah, grogi sendiri bermakna rasa canggung atau takut berhadapan dengan orang baru atau orang banyak.

Iklan

Tidak sepenuhnya buruk, grogi merupakan salah satu faktor penting yang harus dimiliki masing-masing orang. Sebab, seseorang tanpa rasa grogi justru cenderung menjadi kurang tanggap terhadap nilai etika dan estetika pergaulan. Dan sebaliknya, grogi yang tak terkendali menjadi salah satu penyebab kegagalan terbesar dalam bersosialisasi. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan manajemen grogi yang baik jika kita ingin menjadi pembicara yang baik di muka umum.

Berikut ini tips-tips sedehana cara mengatasi grogi ala Mas Koko. Pembicara asal Malang dengan nama asli Nur Kholis ini telah menggeluti dunia public speaking selama hampir 12 tahun, dan kini telah menekuni bidang tersebut di ranah profesional. Menurut Koko, kemampuan manajemen grogi adalah kecakapan yang patut dimiliki tiap-tiap orang.

“Kita harus grogi, supaya kita bisa mengelola diri, dan kita harus memutar otak supaya bisa mengendalikan grogi itu,” ujarnya.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan :

Membangun Keakraban

Tips pertama dalam mengelola grogi adalah membangun keakraban, baik dengan orang baru ataupun dengan audiens ketika sedang berbicara di depan umum. Keakraban dapat dibangun dengan pengenalan. Setiap orang yang ingin membangun keakraban harus berani melakukan perkenalan lebih dahulu. Ini berlaku dalam pergaulan secara perorangan ataupun ketika berbicara di depan orang banyak. Seseorang harus mengetahui dengan siapa ia berbicara, kelompok masyarakat seperti apa yang ada di hadapannya. Dengan mengenal audiens atau lawan bicara, seseorang dapat menentukan bagaimana harus bersikap dan menyampaikan gagasannya.

Persiapkan Segalanya

Terutama ketika berbicara di depan orang banyak, persiapan yang matang menjadi hal yang sangat penting. Baik kesiapan materi bicara, catatan-catatan kecil dan sebagainya. Tidak salah jika harus melakukan persiapan dari jauh-jauh hari sebelumnya jika memang diperlukan. Begitu pula dengan mentalitas pembicara. Persiapan yang matang akan menjadikan seseorang lebih percaya diri untuk tampil di depan umum.

Paham yang Dibicarakan

Tidak cukup dengan menghafal teks, pemahaman terhadap apa yang dibicarakan akan mengurangi kegugupan dan kekhawatiran dalam berbicara. Seseorang yang hanya menghafal teks tanpa memahami isi materinya justru cenderung mengalami tekanan yang lebih besar. Tidak heran apabila kemudian si pembicara tiba-tiba “blank” di tengah-tengah pembicaraan. Menjadi lupa karena gugup adalah hal yang lumrah. Untuk itu, seseorang yang akan berbicara di depan umum harus benar-benar memahami topik yang dibicarakan, serta tujuan bicara.

Dengan memperjelas tujuan berbicara, baik untuk menghibur, memengaruhi, atau menyampaikan informasi, kita akan menjadi lebih siap. Terutama ketika menjadi pembicara dadakan, memahami tujuan bicara dan topik pembicaraan menjadi hal yang sangat membantu untuk mengurangi kegugupan akibat efek kejut yang dialami.

Siapkan Catatan Kecil

Satu hal yang sangat membantu kelancaran berbicara, terutama berbicara di depan umum adalah catatan-catatan kecil. Tidak hanya mengenai materi yang disampaikan, namun juga bagaimana menyampaikan materi tersebut dan sistematika penyampaian. Ketika kita melupakan suatu hal, catatan kecil tersebut akan membantu mengingat kembali apa dan bagaimana seharusnya yang kita sampaikan.

Pakaian

Meski nampak sepele, memakai pakaian yang membuat nyaman merupakan satu faktor yang sangat memengaruhi aspek psikologi seseorang ketika sedang berbicara di depan umum. Ketika menjadi pusat perhatian orang banyak, penampilan yang baik akan membuat kita menjadi lebih percaya diri.

Libatkan Orang Lain

Orang lain akan menjadi motivasi tersendiri bagi kita. Ketika harus menampilkan sesuatu, baik berbicara ataupun melakukan hal lainnya, menjadikan orang lain sebagai motivasi kita dalam bergerak secara tidak langsung menjadi faktor pendukung yang cukup kuat. Misalnya, ketika kita gagal melakukan sesuatu, maka kita akan mengecewakan orang tua atau sahabat-sahabat kita, atau institusi yang kita wakili. Ketika kita mencapai kesuksesan, orang lain akan ikut merasa bangga. Untuk itu, menjadikan orang lain sebagai motivasi kita dalam melakukan sesuatu akan mendorong kita untuk berbuat sebaik mungkin.

Berdoa

Seperti halnya motivasi dari orang lain, berdoa menjadi hal yang akan membuat keyakinan kita dalam melakukan sesuatu menjadi lebih mantap. Seseorang yang percaya keajaiban doa akan memulai apa pun dengan ringan. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here