Tinta Tak Sesuai Kapasitas, Dinas Dukcapil Segera Panggil Rekanan

Petugas Dukcapil Lobar menyerahkan E-KTP kepada warga belum lama ini. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat (Lobar) segera memanggil rekanan yang mengadakan tinta untuk cetak E-KTP. Hal ini terungkap setelah ditemukan ada kapasitas tinta tak sesuai, pasalnya dalam satu tinta hanya mencetak e KTP sebanyak 125-127 keping. Padahal seharusnya kapasitas satu tinta mampu mencetak 200 E KTP.

“Kapasitas satu Ribbon (tinta, red) seharusnya mampu mencetak 200 Keping E KTP. Namun kenyataannya satu Ribbon kurang dari 125-127 Keping. Hal ini yang akan dikoordinasikan dengan rekanan kenapa bisa seperti itu?” tanya Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) pada Dinas Dukcapil Lobar Suhamdi, belum lama ini.

Iklan

Menurutnya, dari sisi perencanaan pemda rugi,  sebab pihaknya merencanakan itu  sesuai  dengan kapasitas tinta yang akan dicetak. Lalu dikalikan dengan jumlah yang harus dicetak. Kalau tinta tak sesuai kapasitas, maka tentu pemda harus nambah tinta lagi. Ia sendiri tidak tahu kenapa terjadi ketidaksesuaian kapasitas tersebut, karena itu ia ingin berkordinasi dengan rekanan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dukcapil Lobar Fathurrahmam menegaskan, dinas menyiapkan tinta untuk keperluan setahun. Namun karena mengikuti arus kas, sehingga dipecah-pecah triwulan I, II dan III. Sementara rekanan mau dibayar semuanya. Namun hal ini sudah dikomunikasikan dengan rekanan dan mereka mau. Hal ini dikoordinasikan dengan ULP BJ. Satu tahun anggaran untuk pengadaan tinta mencapai ratusan juta. Mengacu tahun lalu, satu tinta tinta berkisar harganya Rp 3-4 juta. Untuk memenuhi kebutuhan pencetakan E KTP, sebelumnya pihaknya meminjam 10  tinta kepada rekanan disesuaikan dengan blanko E KTP.

Soal spek tinta, jelas dia, sudah tidak bisa berubah. Kemungkinan volume karena terbitan baru dari rekanan, pihaknya belum mendapatkan informasi. Menurutnya, terkait kapasitas tinta, tidak dipatok persis 200 keping, sebab hal ini tergantung kelancaran mencetak dan ada tidak gangguan. Menarik data dari database ke printer juga perlu waktu. “Satu keping itu butuh waktu 5-6 menit dalam printer, itu juga yang menyebabkan tinta banyak habis,” jelas dia.

Terkait pencetakan, pihaknya mencoba mencetak massal menggunakan mesin cetak di Peruri. Pihaknya mencetak 20.900 keping menjelang pemilu lalu. “Sekarang daftar tunggu atau PRR 10.100 lebih. Saat ini blangko masih di angka 2000, begitu di angka  sisa blangko 1000 keping kita usulkan lagi,”ujarnya.(her)