Tinjau Banjir, HMS Serukan Antisipasi Bencana

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Anggota DPR RI Dapil NTB, H. M. Syafrudin, ST, MM, Kamis (16/2/2017) meninjau korban banjir Sumbawa. Politisi PAN yang akrab disapa HMS ini menyempatkan diri berdialog dan menghimpun aspirasi korban banjir. Ia juga menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sumbawa.

Kepada wartawan usai kegiatan tersebut, HMS menegaskan bahwa ia mengunjungi korban banjir di Kelurahan Bugis Kabupaten Sumbawa. Korban banjir yang ia kunjungi adalah mereka yang tinggal di bantaran sungai di daerah tersebut.

Iklan

HMS berupaya memberikan dorongan semangat kepada para korban banjir. HMS berharap para korban banjir bisa mengambil hikmah dari bencana ini. Salah satu hikmah yang bisa dipetik adalah dengan membangun langkah antisipatif melalui upaya pelestarian lingkungan.

“Di masa yang akan datang, kita berharap kemampuan kita dalam menangkal potensi bencana semakin baik dan tentu kita berharap ini menjadi banjir yang terakhir,” tegasnya.

Dari warga yang dikunjunginya, HMS mendapatkan aspirasi menyangkut perlunya dilakukan penataan kembali fungsi sungai di kawasan tersebut. Warga mengaku khawatir dengan fungsi sungai yang semakin menurun kemampuannya dalam mengalirkan air. Selain itu, longsor yang melanda bibir sungai juga mengancam kehidupan masyarakat setempat.

Selain berdialog dan menghimpun aspirasi masyarakat, HMS juga sempat menyantap nasi bungkus bersama warga korban banjir. “Saya berjanji menyampaikan ke pemerintah dan pemerintah daerah agar ini bisa diperhatikan ke depannya. Ini penting sekali untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat di sungai tersebut,” ujarnya.

Usai berdialog dengan warga korban banjir di Kelurahan Bugis, HMS kemudian melanjutkan aktivitasnya dengan menggelar kegiatan dialog empat pilar (Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di Desa Labuhan Ijuk, Kecamatan Moyo Hilir. Melalui sosialisasi empat pilar, HMS menyerukan kepada masyarakat menyangkut pentingnya penguatan tata nilai yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Ini adalah kali kedua setelah dulu saya mengantarkan kursi,” ujarnya. Di Kelurahan Bugis, masyarakat masyarakat juga menyampaikan aspirasinya kepada HMS. Salah satu aspirasi yang dihimpunnya adalah terkait masalah jalur komunikasi seluler yang belum maksimal di lokasi tersebut. HMS berjanji, persoalan ini akan ia komunikasikan dengan para penentu kebijakan yang terkait.

Dalam kunjungan tersebut, HMS menyaksikan sendiri bagaimana sulitnya kehidupan masyarakat di Sumbawa yang belum menikmati kebijakan konversi bahan bakar dari minyak tanah ke gas.

“Saya berdialog dengan masyarakat. Mereka menyampaikan betapa susahnya hanya untuk mendapatkan minyak tanah yang datangnya hanya pagi. Mereka hanya sanggup membeli satu hingga dua liter per kepala keluarga. Minyak tanah ini mahal dan langka. Karena memang belum konversi ke gas,” ujarnya.

Menyikapi persoalan ini, HMS pun tergerak untuk memberikan sejumlah uang kepada masyarakat untuk dipakai membeli minyak tanah dan dibagikan kepada yang membutuhkan. Selain itu, ia juga menegaskan akan menjadikan hal ini sebagai bahan masukan yang akan ia sampaikan kepada pemerintah pusat. (aan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here