Tingkatkan Nilai Ekspor, Pemasaran dan Penjualan Produk Lokal NTB Dilakukan Lewat “iShop”

Mataram (suarantb.com) – Dalam meningkatkan nilai ekspor produk lokal, Dinas Perdagangan NTB akan mengakomodir produk UKM lokal dalam sebuah aplikasi terintegrasi yang dinamakan iShop.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si menyebutkan sebanyak 100 produk UKM NTB akan diakomodir pemasaran dan penjualannya melalui iShop. Menurutnya selama ini, produk UKM NTB banyak diekspor ke negara lain. Namun ia menyayangkan nilai ekspor tersebut tidak pernah tercatat masuk ke NTB karena Surat Keterangan Asal (SKA) tidak dibuat di dalam daerah.

Iklan

“UKM NTB selama ini mencar, tidak pernah dikoordinir karena selalu dibawa keluar pulau. Artinya tidak tercatat nilai ekspornya dari NTB. Oleh karena itu yang diuntungkan jadi pihak luar karena SKA-nya tidak keluar dari NTB. Jadi NTB dirugikan,” ujarnya usai peluncuran iShop dalam kegiatan Hakornas di Mataram, Jum’at, 28 April 2017.

Selly mebgatakan melalui iSHop ini diharapkan dapat memutus mata rantai. Selama ini sektor non-tambang NTB yang diekspor umumnya diberangkatkan melalui Bali, Surabaya dan Jakarta dengan SKA yang tidak diterbitkan di NTB.

Atas dasar itu, pihaknya berkoordinasi dengan Bank BNI dan PT Pos Indonesia untuk mengintegrasikan penjualan produk UKM lokal tersebut. “Atas dasar itu kita bekerja sama dengan BNI mereka sebagai penimbun dana dan pengirimannya melalui PT Pos, dan ternyata mereka sanggup mengirim pakai container untuk dikirim keluar,” imbuhnya.

Namun, dengan peluncuran tersebut sistem aplikasi terintegrasi tersebut belum dalapat digunakan secara online. Aktivasi online dijelaskan Selly, baru akan dilakukan setelah adanya APBD perubahan.

“Kita baru launching logonya saja, untuk onlinenya nanti tunggu APBD perubahan baru. Karena kita tidak bisa bergerak tanpa ada anggaran,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Pengembangan Pelatihan dan Promosi Ekspor Daerah (BP3ED), M. Taufik Rahman mengatakan dengan adanya aplikasi terintegrasi itu, semakin mendekatkan jarak antara pembeli dan penjual yang dapat memudahkan UKM untuk berinteraksi secara langsung dengan para konsumen.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar produk UKM tersebut dapat memenuhi standar perizinan yang ada baik dari segi PIRT, sertifikasi halal dan sebagainya. “Maka kita terus menginisiasi para UKM ini untuk bisa masuk ke kita, nanti kita akomodir. Kita tingkatkan mereka melalui pelatihan yang dimiliki perdagangan luar negeri (PLN),” tandasnya. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here