Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik

Selong (Suara NTB) – Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta kepada guru khususnya di Lotim menjadikan tunjangan sertifikasi guru sebagai ajang motivasi meningkatkan kualitas guru dalam mengajar. Hal itu diharapkan supaya guru tidak terkesan mengejar gaji ataupun sertifikasi tanpa berpikir akan kualitas hasil pembelajaran yang diberikan terhadap siswa.

Dikonfirmasi Suara NTB belum lama ini, Ketua Komisi II DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman mengatakan, guru yang hanya mengejar tunjangan sertifikasi nantinya akan dinilai langsung oleh masyarakat. Hal itu akan dijadikan acuan masyarakat atau wali murid untuk menyekolahkan anaknya di tempat guru mengajar.

Iklan

Atas dasar itu, guru harus memiliki target dan komitmen dalam mengajar dengan kualifikasi yang memadai. Pasalnya, kata Hasan, adanya guru yang hanya mengejar tunjangan sertifikasi tanpa memikir kualitasnya dalam mengajar merupakan persoalan nasional di dalam dunia pendidikan. “Ini secara nasional sudah terjadi,”sebutnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sertifikasi yang didapatkan itu seharusnya dapat dijadikan sebagai acuan oleh para guru dalam memberikan pembelajaran terhadap siswa dengan mengedepankan kualitas. Jangan sampai, katanya, ketika guru tersebut mendapatkan sertifikasi lalu segala persoalan dalam dunia pendidikan diserahkan ke guru honor maupun guru kontrak.

Berdasarkan keluhan di lapangan, ungkapnya, guru honor seolah-olah dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Tapi, mereka tidak diberikan gaji atau upah yang memadai. Jika persoalannya demikian, maka sangat perlu apabila guru honor mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

“Selama ini kan guru honor kurang perhatian dari pemerintah. Sehingga inilah yang membuat guru honor itu dilema, karena ada guru yang gajinya tinggi, namun kualitas pembelajarannya tak maksimal,” kritiknya. (yon)