Tingkatkan Kualitas Hidup, BKKBN Gencarkan Promosi KB dan KR ke Masyarakat

Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin memberikan sambutan dalam acara sosialisasi bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena, MHS, BPJS Kesehatan bersama mitra kerja terkait pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KR) di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Senin (19/11)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, BKKBN Perwakilan NTB, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena, MHS, BPJS Kesehatan bersama mitra kerja kembali menggelar kegiatan sosialisasi terkait pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KR). Kali ini sosialisasi dilakukan di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Senin  (19/11).

Kegiatan sosialisasi dengan tema Promosi Pelayanan KB dan KR Berkualitas dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan Bersama Mitra Kerja, dihadiri oleh Kepala BKKBN Provinsi NTB Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena, MHS, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta BKKBN Pusat, Drg. Widwiono, M.Kes, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram Sutrisno, Kepala BPJS Cabang Mataram, serta Sekretaris Camat Sandubaya, Muslehaddin. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh ratusan masyarakat di Kelurahan Mandalika sebagai peserta.

Iklan

Sekretaris Camat Sandubaya, Muslehaddin meminta masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan sosialisasi ini untuk mempertanyakan hal-hal yang belum dimengerti. Karena narasumber yang hadir merupakan yang ahli dibidangnya. Sehingga dalam kegiatan sosialisasi pelayanan KB dan KR Berkualitas, para peserta terutama para kader posyandu bisa mengerti tentang tujuan program KB dan KR. “Momen ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, ajak belia untuk berkomunikasi langsung. Mudah-mudahan dalam kegiatan dalam sosialisasi ini, para ibu-ibu pahami apa yang dimaksud dari program yang akan disampaikan. Kalau kurang jelas  ditanyakan, sehingga yang tadinya yang kurang jelas dengan sosialisasi ini bisa meningkatkan pemahaman,” ujarnya.

 

Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta BKKBN Pusat, Drg. Widwiono, M.Kes, dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 2019 mendatang seluruh masyarakat Indonesia harus menjadi peserta BPJS. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis terutama di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS. Peserta BPJS juga akan mendapatkan pelayanan KB secara gratis. “Seluruh masyarakat Indonesia termasuk Kota Mataram, kalau berobat gratis. Selama di faskes yang bekerjasama dengan BPJS. Termasuk juga pelayanan KB, mau pasang IUD, mau pasang implant. Kalau ada unek-unek tentang kepesertaan BPJS-nya bisa disampaikan ke ibu Hj. Ermalena,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Drg. Widwiono menanyakan jumlah anak peserta sosialisasi. Di mana, masih banyak peserta yang memiliki anak lebih dari dua.

Semementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram, Sutrisno mengatakan, pihaknya akan tetap mensosialisasikan pentingnya KB. DP2KB Kota Mataram menargetkan untuk peserta baru sebanyak 10 ribu lebih dan saat ini sudah tercapai 70 persen. Peserta baru ini lebih banyak diarahkan untuk penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dalam membantu sosialisasi KB, Kota Mataram memiliki kader posyandu sebanyak 806 yang memiliki SK Walikota Mataram.

 

Selain itu, secara keseluruhan jumlah peserta KB yang harus dijaga yaitu sebanyak 56 ribu lebih. Untuk merawat puluhan ribu peserta KB ini, DP2KB Kota Mataram memberikan fasilitas pendukung yang dibutuhkan. “Ini kami harus jaga jangan sampai putus pak. Cara kami memberikan apapun yang dibutuhkan oleh kesehatan, faskes-faskes ini kami berikan semua yang penting untuk program ini,”katanya.

 

Namun terkait dengan masih adanya masyarakat yang belum ber-KB, akan menjadi tugas kedepan agar semua menggunakan KB. Karena penggunaan KB sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup.

 

Kepala BKKBN Provinsi NTB Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si, mengatakan, sudah merasa senang dengan capaian program KB di NTB khususnya di Kota Mataram. Karena dengan KB, bisa mengendalikan jumlah penduduk serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dicontohkan, sekitar tahun 1970 silam, Provinsi NTB dikenal dengan usia harapan hidup masyarakat di daerah ini sangat rendah yaitu 35 tahun. Hal ini disebabkan karena jumlah ibu melahirkan sangat tinggi. Di mana seorang ibu melahirkan 6 – 7 orang bayi. “Satu orang melahirkan 6 – 7 orang bayi. Tapi itu rata-rata, banyak yang melahirkan 10 orang bayi dan bahkan ada yang melahirkan sampai 22 orang bayi. Jadi bisa dibayangkan. Tetapi dari banyak yang lahir itu sebagian di antaranya meninggal dunia. Karena banyak yang melahirkan, maka angka harapan hidup kita menjadi rendah,”kata Makripuddin.

 

Saat ini, dengan adanya program KB rata-rata ibu melahirkan itu 2 hingga 3 orang anak. Hal ini berdampak pada angka usia harapan hidup di Provinsi NTB menjadi lebih bagus. Adapun angka usia harapan hidup di NTB untuk perempuan yaitu 72 tahun, sementara laki-laki 63 tahun.

 

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Nengah Dwijendraatmaja mengatakan, warga Kota Mataram yang sudah menjadi peserta BPJS yaitu mencapai 85 persen. Dirincikan, sebanyak 20 ribu peserta BPJS yang dibayarkan oleh Pemerintah Kota Mataram, 85 ribu merupakan peserta mandiri dan sekitar 25 ribu masih menunggak pembayaran. Sehingga untuk bisa menikmati pelayanan kesehatan, peserta JKN mandiri harus membayar iuran setiap bulan. “Bagi yang punya kartu JKN itu dijamin pelayanan KB nya. Pelayanan KB bagi peserta JKN memang benar-benar maksimal dan tidak ada pungutan biaya oleh fasilitas kesehatan,” katanya.

 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Bidang Tenaga Kerja dan Kesehatan, Hj. Ermalena, MHS, dalam kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berdialog dengan ibu-ibu peserta sosialisasi. Dia menegaskan, program KB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, melalui program tersebut kualitas SDM di daerah ini akan lebih meningkat. Biasanya penyebab putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai semua anak-anaknya melanjutkan pendidikan.  Peningkatan kualitas SDM ini sangat penting agar bisa seimbang dengan kebutuhan dunia kerja. Sehingga tenaga kerja di NTB tidak didatangkan dari luar daerah , dan masyarakat lokal hanya menjadi penonton. “Kualitas Sumber Daya Manusia kita jaga dengan cara jangan sampai anak kita tidak sekolah. Harus bersekolah agar anak kita itu menjadi hebat punya daya saing bisa lebih hebat dari yang lain. Baru kita bangga baru kita senang,”harapnya.

 

Ermalena menerangkan, saat ini sedang diupayakan penambahan jumlah fasilitas kesehatan. Karena jumlah antrian di setiap fasilitas kesehatan cukup panjang sehingga mempengaruhi kualitas layanan. Selain itu, masyarakat disarankan untuk mengikuti gerakan masyarakat menuju sehat (Germas) dengan cara olahraga, makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah-buahan.

 

Dalam kesempatan itu Ermalena memberikan satu unit kipas angin kepada Lurah Mandalika, satu unit werless untuk pengurus ponpes. Pada akhir sosialisasi, panitia menyiapkan hadiah menarik bagi peserta yang memenangkan undian. Hadiah yang disiapkan seperti kulkas, kipas angin dan juga rice cooker. (azm/*)