Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas Produksi Pelaku UKM

Riki Trisnadi. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sumbawa berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Koperasi,Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Riki Trisnadi SE. M.Si mengatakan, terkait koperasi, pihaknya ingin menggeser pola koperasi yang sejauh ini kebanyakan berupa koperasi simpan pinjam. Sementara dalam semangat membangun dari desa, pihaknya punya strategi untuk mempercepat proses, terutama berkaitan dengan UKM dan Industri Kecil Menenagah (IKM).

Iklan

Diakuinya, belum ada data konkret pelaku UKM dan IKM bisnis di Sumbawa. Dari estimasi sekitar 24 ribu pelaku UMK dan IKM, sekitar 500-700 pelaku yang bertahan selama masa pandemi ini. Ia memandang, jika kecenderungan wisata maju dan destinasi banyak, maka kecenderungan UKM ini secara mandiri akan tumbuh dan berkembang.

Namun, menurut Riki, dari identifikasi pihaknya, ada hal menarik yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan dengan keberadaaan dan dalam sisi produksi UKM. Ia mengambil contoh untuk meningkatan kualitas maupun kapasitas produksi pelaku UKM ini, salah satunya melalui produksi kerupuk atom.

“Di Sumbawa itu tipografi pesisir, potensi konkretnya berkaitan dengan sumber daya laut. Di pelaku UKM, ayok coba kita cari olahan pangan yang berbahan dasar sumber daya laut, sangat gampang kita lihat, terutama di Sumbawa sendiri, restoran atau warung banyak kerupuk atom. Saya coba angkat ini jadi sesuatu yang menarik,” ujarnya.

Selain itu, pihkanya berupaya meningkatkan pelaku UKM dan IKM melalui program jangka pendek. Salah satunya dengan memberikan rasa bangga kepada pelaku UKM melalui cara melegal-formalkan mereka dalam bentuk menjadikan UKM badan hukum yang sah. Pelaku UKM akan dibentuk menjadi perusahana perorangan.

“Pelaku UKM ini kan pelaku home industry (industri rumah tangga), legalitasnya tidak dimiliki, saya hadir dalam hal itu untuk memberikan untuk mepercepat proses bahwa mereka ada status berbadan hukum. Dengan begitu diharapkan mereka bangga, dan dengan kebanggaan itu lahirlah inovasi dan harapannya mereka juga tidak merasa termarjinalisasi di luar UKM,” pungkasnya. (ron)

Advertisement