Tingkat Kesembuhan Meningkat, Status PPKM Lobar dan Lotim Turun

H. Baehaqi (Suara NTB/dok), Pathurrahman (Suara NTB/rus)

Giri Menang (Suara NTB) – Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menurun dari level 3 ke level 2 atau dari sebelumnya merah menjadi kuning. Menurunnya status PPKM Lobar ini dikarenakan kasus kesembuhan pasien covid-19 meningkat, sehingga keterisian tempat tidur atau BOR bisa ditekan. Ditambah kasus kematian juga menurun.

Sekretaris Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lobar sekaligus Sekda Dr.H. Baehaqi mengatakan berdasarkan laporan Dikes status Level PPKM Lobar turun. “Turun dari PPKM level 3 ke level 2,”kata Sekda Lobar, Kamis, 9 September 2021.

Iklan

Indikatornya, kata dia, dilihat dari berbagai aspek, di antaranya angka kesembuhan pasien Covid-19 meningkat.

Angka kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bisa ditekan, sehingga BOR menurun dan kematian pasien Covid-19 menurun. Soal kasus kematian jelas dia, sejauh ini menurun. Karena secara komulatif, bahwa angka kesembuhan naik dan kematian menurun. “Intinya menurun Level PPKM dari 3 ke 2, indikatornya kesembuhan meningkat dan positif menurun,”sebut dia.

Dampak menurunnya pasien Covid-19 ini berpengaruh terhadap BOR, sehingga angkanya selalu dibawah 30 persen (dibawah standar nasional). Artinya ketersediaan tempat untuk merawat pasien tersedia memadai. Berdasarkan data kewaspadaan Covid-19 tingkat Kabupaten Lobar dimana pasien yang masih perawatan isolasi sebanyak 157 orang. Pasien yang sudah sembuh 2.943 orang dari jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 3.234 orang. Sedangkan yang kasus meninggal 134 orang.

Begitu juga di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhir bisa lepas dari PPKM level 3 menjadi level 2. Perubahan level ini dinilai  menunjukan  perkembangan penanganan Covid-19 dari semua indikator sudah lebih memadai.

Kepala Dinas Kesehatan Lotim,  Dr. Pathurraman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 9 September 2021, menyebut, sesuai rilis terakhir 7 September lalu,  pada  indikator  transmisi komunitas dan kapasitas respons semuanya  dinilai memadai. Transmisi komunitas ada sub indikator rawat inap, kematian dan lainnya. Sedangkan pada kapasitas respons indikator testing, tracing dan treatment semuanya memperlihatkan perkembangan Lotim lebih memadai.

Saat ini, Lotim terus gencarkan kegiatan vaksinasi. Kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak se NTB ini ditargetkan secar nasional memvaksin 952.470 orang. Target  ini dibagi dalam beberapa kelompok sasarn, mulai dari pelayanan publik, tenaga kesehatan, kelompok masyarakat rentan, lansia lainnya.

Dari semua target sasaran itu, diakui capaian yang sudah tervaksin baru 14 persen. “Dosis 1 baru 132.050 atau sekitar 13,82 persen sedangkan dosis ke dua baru  61.672 ribu atau 6,47 persen,” terangnya. Data ini katanya menggambarkan masih banyaknya target  yang harus dituntaskan.

Satgas penanganan Covid Lotim menghitung  jumlah vaksin yang dibutuhkan Lotim 1,7 juta vial baru bisa menuntaskan semua target.  Untuk mempercepat capaian herd immunity tersebut, Lotim katanya perlu mengatur strategi. Di antara langkah yang dilakukan adalah melakukan evaluasi beberapa aspek.  Pertama, jumlah tim kesehatan saat ini hanya 37 tim, yakni 35 puskesmas dan dua tim RSUD Soedjono. Simulasi kemampuan rata rata penyuntikan vial vaksin hanya 100 per tim atau hanya bisa disuntikkan 3.700 vial vaksin per hari se Lotim. Kondisi ini menggambarkan, Lotim butuh 464 hari lagi baru bisa menuntaskan capaian target.

Solusinya, dilakukan penambahan jumlah tim dua kali  lipat. Masing-masing puskesmas buat dua tim. Jumlah keseluruhannya akan menjadi 74 tim. Kemampuan rata rata penyuntikan 300 orang atau bisa 22.200 per hari se Lotim. Menurutnya, jika ini semua tim dengan kapasitas baru ini bergerak, maka dibutuhkan waktu  hanya 78 hari. “Atau butuh hanya 3 bulan, itu dengan catatan simulasi stok vaksin tersedia,” imbuhnya.

Tim juga diperkuat dengan tim dar luar tenaga kesehatan.  Tim perlu dilatih juga agar bisa melakukan entri data langsung melalui aplikasi  P-Care. Hal ini bertujuan untuk mempercepat laporan. (her/rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional