Tingkat Kematian Tinggi, NTB Prioritas Dapat Vaksin Covid-19

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Mulai November mendatang, Pemerintah Pusat sudah mengadakan vaksin Covid-19. Sebagai daerah yang masih tinggi tingkat kematian pasien Covid-19 di Indonesia, NTB akan menjadi salah satu provinsi yang diprioritaskan mendapatkan vaksin tersebut.

“Pemerintah pusat sudah mengaturnya berdasarkan skala prioritas. Data (Covid-19) itu bicara. Mana yang tingkat kematiannya tinggi. Tentu akan prioritas (dapat vaksin),” ujar Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 16 Oktober 2020.

Data Gugus Tugas NTB, tingkat kematian pasien Covid-19 di daerah ini sebesar 5,71 persen atau 208 orang dari total kasus positif yang mencapai 3.641 orang. Sedangkan tingkat kematian pasien Covid-19 secara nasional rata-rata sebesar 3,49 persen atau 12.347 orang dari total kasus positif sebanyak 353.461 orang.

Sedangkan dari sisi tingkat kesembuhan pasien Covid-19, NTB jauh lebih bagus dibandingkan nasional. Gugus Tugas NTB mencatat, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di NTB sebesar 81,63 persen atau 2.972 orang dari total kasus positif sebanyak 3.641 orang. Sementara nasional, tingkat kesembuhan pasien sebesar 78,52 persen atau 277.544 orang dari total kasus positif sebanyak 353.461 orang.

Kasus kematian pasien Covid-19 di NTB, tertinggi di Kota Mataram sebanyak 87 orang. Kemudian, Lombok Barat 49 orang, Lombok Timur 22 orang, Lombok Tengah 15 orang, Sumbawa 11 orang. Selanjutnya, Dompu 8 orang, Lombok Utara 5 orang, Bima dan Kota Bima masing-masing 4 orang, dan Sumbawa Barat 3 orang.

Gita mengatakan, kehadiran vaksin ini menjadi solusi terbaik dalam menangani pandemi Covid-19. Sehingga, pihaknya berharap dan berdoa supaya segera dapat diimplementasikan atau segera dilakukan vaksinasi massal.

Secara nasional, direncanakan sebanyak 160 juta penduduk yang akan divaksinasi Covid-19. Di NTB sendiri, Gita mengatakan belum mendapatkan informasi berapa jatah vaksin yang akan diperoleh dari Pemerintah Pusat.

‘’Ada ketentuannya, kalau kita ingin targetnya 100 persen. Tapi kita lihat juga cost, dukungan sebagainya,’’ ujar Sekda NTB ini.

Jika vaksin sudah didistribusikan nantinya ke seluruh Pemda, maka prioritas utama yang mendapatkan vaksinasi adalah tenaga kesehatan. Kemudian TNI/Polri serta Satpol PP yang berada di garda terdepan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, kata Sekda, para petugas yang berada di layanan publik, juga menjadi prioritas mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, terkait mulai melandainya kasus baru Covid-19 di Pulau Lombok dan meningkatnya kasus baru di Pulau Sumbawa. Sekda berharap Pemda Kabupaten/Kota yang mengalami pelandaian kasus Covid-19 agar tetap konsisten mempertahankannya.

‘’Pemda tetap konsisten. Terus ikhtiar dari supaya berubah dari oranye menjadi kuning, kuning menjadi hijau,’’ harapnya.

Ditanya mengenai beberapa daerah yang melaksanakan Pilkada, kasus baru Covid-19 nol. Sekda mengatakan, bisa jadi dengan adanya komitmen kampanye sehat dari para kandidat atau kontestan Calon Kepala Daerah.

‘’Pengerahan massa tak terjadi. Malam minggu sudah tak ada dangdutan yang dilakukan kandidat paslon,’’ katanya. (nas)