Tingkat Kematian NTB Empat Besar Nasional, Ini Seruan Gugus Tugas

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mengakui bahwa tingkat kematian pasien masih cukup tinggi pada angka 5,9 persen. Hal ini menempatkan NTB berada pada posisi empat besar nasional, tingkat kematian pasien Covid-19 di Indonesia.

‘’Memang tingkat kematian itu,  NTB masih tinggi, 5,9 persen. Itu tinggi dari total kasus. Sebanyak 190 kasus kematian. Ini memang menjadi konsen kita untuk ditangani,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH, dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 24 September 2020.

Iklan

Berdasarkan data Gugus Tugas, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB hingga Rabu (23/9) sebanyak 3.197 orang. Dengan jumlah kematian sebanyak 190 orang atau 5,94 persen. Kemudian pasien sembuh 2.499 orang atau 78,17 persen dan pasien yang masih dirawat sebanyak 508 orang atau 15,89 persen.

Sedangkan secara nasional, angka kematian pasien Covid-19 sebanyak 10.105 orang atau 3,86 persen. Kemudian pasien sembuh sebanyak 191.853 orang atau 73,22 persen dan pasien yang masih dirawat 60.064 orang atau 22,92 persen.

Dari 190 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, pang banyak di Kota Mataram 86 orang, Lombok Barat 49 orang, Lombok Timur 16 orang, Lombok Tengah 14 orang. Kemudian Sumbawa 11 orang, Lombok Utara dan Dompu masing-masing 4 orang, Bima 3 orang, Sumbawa Barat 2 orang dan Kota Bima satu orang.

Aryadi menjelaskan, penyebab masih tingginya kasus kematian. Karena banyak pasien yang terlambat datang ke fasilitas kesehatan memeriksakan kesehatannya. Mereka baru datang ke rumah sakit setelah kondisinya penyakitnya parah.

‘’Makanya petugas kesehatan, kita berharap seluruh masyarakat mendukung tracing. Kalau ada punya gejala ringan, langsung melakukan pemeriksaan. Jangan takut ke fasilitas kesehatan yang ada,’’ katanya.

Masyarakat diharapkan punya kesadaran memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan. ‘’Jangan begitu parah ke rumah sakit. Ini yang menimbulkan jumlah korbannya tinggi,’’ jelasnya.

Apabila ada pasien Covid-19 dengan gejala ringan diketahui sejak dini, maka akan mempermudah dilakukan treatment. Sehingga peluang untuk sembuh semakin besar.

‘’Kita harapkan petugas melakukan tracing dan mengimbau seluruh masyarakat jangan takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Itu upaya preventif, mencegah angka kematian,’’ tambahnya.

Karena vaksin Covid-19 masih belum ada, maka untuk menjaga diri, keluarga dan orang lain harus melakukan upaya preventif. Aryadi meminta masyarakat tak perlu takut datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri.

‘’Kalau diketahui lebih dini, bisa dilakukan isolasi. Sehingga tak menyebar ke orang-orang sekitar kita. Makanya kita mendorong kabupaten/kota melakukan tracing lebih masif lagi,’’ tandasnya. (nas)