Tinggi, Persentase Kematian Pasien Covid di Mataram

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Persentase kematian pasien virus corona (Covid-19) di Kota Mataram sampai saat ini masih cukup tinggi, yaitu mencapai 7 persen. Hal tersebut berhubungan langsung dengan zonasi penyebaran virus, di mana Kota Mataram kembali masuk dalam zona oranye setelah sebelumnya berhasil bertahan di zona kuning penyebaran virus.

“Angka kematian kita masih 7 persen, karena itu tergantung juga angka yang sembuh dan jumlah penderitanya. Kalau angka penderitanya tinggi, pasti berpengaruh juga,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, H. Usman Hadi saat dikonfirmasi, Senin, 4 Januari 2021.

Diterangkan, dengan persentase kematian mencapai 7 persen tersebut Kota Mataram menjadi salah satu yang tertinggi di NTB, bahkan mengalahkan persentase nasional. “Se-NTB angka kematian juga masih 4,7 persen, itu juga lebih tinggi dari nasional,” jelasnya.

Terkait angka kematian didominasi oleh pasien lansia dengan penyakit penyerta. “Jadi banyak pasien yang memang sudah sakit dan menderita komorbid,” ungkapnya. Dengan angka kasus yang terus naik, persentase kematian tersebut dikahwatirkan ikut meningkat.

Satgas Covid-19 Kota Mataram sampai dengan 4 Januari 2021 mencatat total 1.440 kasus positif Covid-19. Rinciannya, 1.271 pasien dinayatakan sembuh, 72 pasien masih menjalani isolasi, dan 97 pasien meninggal dunia.

“Kita melihat kasusnya terus naik pascaliburan kemarin, tapi trennya dimulai dari akhir November itu sudah mulai fluktuatif,” jelas Usman. Di sisi lain, pasien Covid-19 di Kota Mataram yang saat ini masih menjalani isolasi didominasi oleh klaster perkantoran.

Klaster perkantoran menurut Usman adalah orang-orang yang melakuan perjalanan ke luar daerah kemudian kembali maupun orang-orang dari luar daerah yang datang ke NTB dalam rangka bekerja. “Ini yang menyumbang kasus pasien mandiri cukup tinggi di Mataram,” ujarnya.

Dicontohkan seperti tiga orang pasien yang terkonfirmasi positif saat hendak melakukan perjalanan dari Mataram ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) serta 23 orang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika yang sempat terkonfirmasi positif setelah kembali dari kunjungan luar daerah.

“Kalau melihat ini kita minta ke masyarakat dengan pendampingan TNI-Polri menekankan protokol kesehatan, itu wajib. Terutama untuk di kantor-kantor itu hindari pertemuan yang terlalu lama. Kalau tidak perlu lebih baik tidak usah. Lebih baik lewat video conference (vicon),” tegasnya. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here