Tinggi, Permintaan Sapi Kurban dari Dompu

Ilustrasi ternak sapi. (Suara NTB/dok)

Dompu (Suara NTB) – Jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H tahun ini, permintaan sapi untuk ibadah kurban cukup tinggi. Ditandai bayaknya rekomendasi pengiriman yang diterbitkan Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu. Baik untuk pengiriman antar Kabupaten/Kota dalam maupun luar Provinsi NTB.

Kadisnakeswan Dompu, Ir. Zainal Arifin, M. Si., kepada wartawan di kantornya, Rabu, 8 Juli 2020 menyebutkan, selama tiga bulan terakhir sudah ribuan ekor sapi pejantan siap potong yang dikirim pengusaha lokal keluar daerah, terutama ke Pulau Lombok. Untuk Bulan Mei saja, tercatat 400 ekor dengan tujuan Lombok Timur dan Lombok Tengah. Sementara pada Juni ada penambahan 420 ekor dan diawal Juli ini baru terkirim 150 ekor.

Iklan

“Dan barusan juga ada yang saya tandatangani, jadi kebutuhan di Lombok ini cukup tinggi untuk hari raya ini,” ungkapnya.

Data rekapan sesuai rekomendasi pengiriman yang telah dikeluarkan ini, lanjut dia, belum termasuk bakalan sapi yang sudah dibeli pengusaha asal Bima untuk penggemukan dan pengiriman keluar NTB. Permintaan diperkirakan tak kalah tingginya seperti di Lombok.

Dengan rekomendasi yang ada, ia memastikan sapi-sapi yang keluar dalam kondisi sehat atau jauh dari penyakit menular seperti antraks. “Di sini kami periksa dulu di Laboraturium, sampai Sumbawa dilakukan pemeriksaan oleh Balai Karantina. Kalau ditemukan penyakit menular strategis itu tidak akan diizinkan keluar, karena Pulau Lombok bebas penyakit menular hewan,” jelasnya.

Untuk kerbau, persediaan di tingkat peternak memang ada. Hanya saja jarang diambil pengusaha untuk dikirim sampai ke luar daerah seperti halnya sapi.

Sementara itu, disiggung upayanya dalam memastikan kondisi kesehatan hewan kurban yang akan dipotong warga di daerah ini, Zainal Arifin menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim khusus. Mereka akan terjun langsung ke tiap Desa/Kelurahan untuk mengecek ternak yang hendak dipotong masyarakat atau pengurus masjid.

  "Ngandang Dulang", Tradisi Unik Usai Salat Hari Raya Idul Fitri di Lombok

“Disamping itu kami akan memantau juga bagaimana daging itu tetap sehat dan bisa dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here