Tinggi, Kasus Kekerasan Seksual di Lotim

Judan Putrabaya. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sampai saat ini masih terjadi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Bahkan Kabupaten Lotim berada pada posisi kedua tertinggi di NTB setelah Kabupaten Dompu. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lotim, Judan Putrabaya, Jumat, 25 Juni 2021.

Dikatakannya, sejauh ini KPAI dan LPAI belum merilis secara nasional data kasus kekerasan seksual terhadap anak, baik skala provinsi maupun kabupaten yang masuk 10 besar nasional. Namun khusus untuk NTB berdasarkan pantauan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak, Kabupaten Lotim berada pada peringkat kedua setelah Kabupaten Dompu di tahun 2021.

Iklan

“Jumlah kasus di Lotim hingga pertengahan tahun ini sekitar 9 kasus, baik yang sudah tuntas tertangani ataupun masih dalam proses pemantauan dan penanganan. Terakhir ini ada dua kasus terbaru yang sedang kita tangani berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” jelasnya.

 Rata-rata pelaku kekerasan seksual ini merupakan orang terdekat korban, yaitu orang tua korban, paman, guru dan pacarnya. Dikatakan Judan, modus terjadinya tindak kekerasan seksual itu sebagian besar disebabkan pertemuan singkat antara korban dan pelaku melalui handphone serta media sosial.

Di Kabupaten Lotim sendiri terdapat sejumlah kecamatan yang kasus kekerasan seksual katagori tinggi, di antaranya Kecamatan Pringgabaya, Jerowaru, Sambelia, Sembalun, Masbagik, dan Kecamatan Labuhan Haji.

Melihat peta wilayah tersebut, kekerasan seksual terhadap anak ini yang paling menonjol berupa masih minimnya kontrol dan pengawasan orang tua, faktor lingkungan yang bersifat apatis dalam pengawasan bersama potensi terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional