Tinggi, Jumlah Pasutri Bercerai di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Jumlah pasangan suami Istri (Pasutri) yang bercerai di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) masih terbilang tinggi. Pasarnya berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Giri Menang mencatat, hampir setiap tahun menerima gugatan perkara perceraian sebanyak 600 sampai 700 gugatan.

‘’Namun tidak semua gugatan tersebut dikabulkan. Karena pada dasarnya, setiap perkara yang masuk PA Giri Menang, lebih diutamakan proses mediasi kedua belah pihak,’’ ujar Ketua PA Giri Menang Baiq Halkiyah, Selasa, 18 April 2017.

Iklan

Diakuinya, banyaknya pendaftar gugat cerai di pengadilan menunjukkan masyarakat mulai paham. Jika bercerai di luar pengadilan tidak diakui negara.Bahkan Halkiyah, menjelaskan, pasangan yang bercerai di luar pengadilan bisa dituntut oleh pasangannya, jika hendak ingin menikah lagi. Karena bagaimanapun tidak bisa menunjukkan bukti perceraian berupa akta cerai dari pengadilan agama.

Menurutnya, Jangan sampai sudah bercerai 10 tahun baru ngurus cerai ke pengadilan, karena bermasalah pada masalah iddah dan pembagian harta bersama.

 Beberapa tahun terakhir di Lobar, kasus perceraian banyak terjadi di luar pengadilan dengan berbagai alasan. Namun tingginya gugatan perkara cerai yang masuk PA Giri Menang menunjukkan masyarakat Lobar semakin sadar hokum, sehingga mengurus melalui pengadilan. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here