Tinggi, Jumlah Anak Berisiko Kena Campak NTB

Ilustrasi imunisasi campak (Sumber Foto : Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Hampir setengah juta atau 457.122 anak di NTB berisiko tinggi kena penyakit campak. Pasalnya, mereka belum mendapatkan imunisasi campak dan rubella.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, L. Budarja, SKM, M.Kes menyebutkan, dari 1.398.929 anak usia 5 bulan sampai 15 tahun yang wajib diimunisasi. Baru sebanyak 941.807 anak yang sudah diimunisasi campak dan rubella.

Iklan

Artinya, sebanyak 457.122 anak di NTB yang belum divaksin. Budarja mengatakan ratusan ribu anak-anak yang belum diimunisasi tersebut berisiko tinggi kena penyakit campak.

‘’Yang tidak melakukan imunisasi ini berisiko tinggi kena campak dan rubella. Satu-satunya jalan, dia harus divaksinasi untuk mencegah campak dan rubella,’’ kata Budarja dikonfirmasi usai pertemuan di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB, Jumat, 7 Desember 2018.

Berdasarkan data Dikes NTB, sebanyak empat kabupaten/kota yang masih merah capaian imunisasi campak dan rubella. Antara lain, Lombok Barat, dari target 187.156 anak yang harus diimunisasi, baru tercapai 99.588 anak atau 53,21 persen.

Kemudian Kabupaten Sumbawa Barat, dari target 41.201 anak yang harus diimunisasi, baru tercapai 24.198 anak atau 58,73 persen. Selanjutnya, Lombok Utara, targetnya sebanyak 61.717 anak yang harus diimunisasi, baru tercapai 25.136 anak atau 40,73 persen. Serta Kota Mataram, dari target 117.007 anak, baru tercapai 69.862 anak yang sudah diimunisasi campak dan rubella.

Sedangkan Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Bima dan Kota Bima capaian imunisasi campak di atas 60 – 86 persen. Untuk Lombok Tengah, ditargetkan 255.179 anak diimunisasi campak, baru tercapai 157.880 anak atau 61,87 persen, Lombok Timut ditargetkan sebanyak 339.514 anak, baru tercapai 232.269 anak atau 68,41 persen.

Kemudian Sumbawa dengan target 123.401 anak, baru terealisasi 92.566 anak atau 75,01 persen, Bima dengan target 148.676 anak, baru tercapai 129.033 anak atau 86,79 persen dan Kota Bima, dengan target 44.900 anak, baru tercapai 34.605 anak atau 77,07 persen.

Satu-satunya kabupaten yang capaiannya tinggi adalah Dompu sebesar 95,62 persen. Dari target 80.178 anak yang harus diimunisasi, telah tercapai 76.670 anak. Secara keseluruhan, kata Budarja, capaian imunisasi campak di NTB baru 67,32 persen. Masih jauh di bawah target nasional sebesar 95 persen.

‘’Pada prinsipnya kami di Dikes dianggap belum banyak berkomunikasi dengan sekolah-sekolah. Sehingga guru-guru juga belum paham dengan vaksin  ini. Kita diminta lebih banyak menjelaskan bagaimana vaksin ini,’’ katanya.

Karena capaiannya masih rendah, Budarja mengatakan pelaksanaan imunisasi ini akan diperpanjang sampai 31 Desember mendatang. Diharapkan sampai akir Desember, capaiannya 95 persen.

‘’Sosialisasi secara berjenjang kita melakukan semua, dari provinsi sampai kecamatan. Hanya saja banyak sekali kelompok yang tak ingin imunisasi ini tak jalan,’’ katanya.

Ia mengatakan, Pemda kabupaten/kota mendukung pelaksanaan imunisasi campak dan rubella ini. Namun di level paling bawah, masih belum berjalan dengan baik. Karena ada juga tokoh masyarakat yang memprovokasi agar tak dilakukan imunisasi campak.

‘’Imunisasi campak itu terutama di daerah bencana sangat penting.  Kalaupun tak ada program vaksin ini dia wajib agar tak terjadi kejadian luar biasa. Kalau sudah ada wabah, bahaya sekali, cepat menjalar,’’ tandasnya. (nas)