Tinggi, Animo Warga Mataram Jadi TKI

Mataram (Suara NTB) – Meski pertumbuhan investasi dan ekonomi meningkat, namun rupanya tak memperkecil animo masyarakat Kota Mataram menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di tahun 2017 terdapat 578 warga Mataram bekerja ke luar negeri.

Kepala Disnaker Kota Mataram, Drs. H.M. Syaiful Mukmin menyebutkan, masyarakat yang bekerja ke luar negeri 578 orang. Mereka bekerja di Hongkong, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Arab Saudi. Paling dominan adalah Malaysia, bekerja di sektor pembangunan, pertanian dan rumah tangga. “Paling banyak itu ke Malaysia,” kata Syaiful baru – baru ini.

Iklan

Animo masyarakat memilih bekerja ke luar negeri relatif tinggi, diakui Syaiful, hampir setiap hari harus menandatangani rekomendasi pembuatan paspor TKI. Tingginya animo itu bukan berarti masyarakat Kota Mataram tidak terserap sepenuhnya di perusahaan. Tetapi, masyarakat memiliki pandangan berbeda.

Sebagian yang berangkat ke luar negeri seperti Hongkong dan Jepang sebelumnya dibekali keterampilan, sehingga lebih mudah terserap di perusahaan skala besar. Meski diakui, sektor pekerja rumah tangga dan buruh bangunan serta pertanian lebih dominan dari sektor pekerjaan yang membutuhkan skill.

Di satu sisi, tak dipungkiri dari sekian TKI memilih mengadu nasib ke luar negeri ada saja yang bermasalah. Seperti halnya warga Bintaro Kecamatan Ampenan. Dia dipulangkan dari Arab Saudi karena menjadi pendatang haram (ilegal). “Yang bermasalah ada satu orang. Tapi sudah dipulangkan,” akunya.

Pemerintah lanjutnya telah mengingatkan calon tenaga kerja sebelum berangkat ke luar negeri mencari penyalur tenaga kerja memiliki kualifikasi yang baik serta terdaftar. Ketika ada permasalahan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Mengantisipasi muncunya TKI ilegal, ia juga memperketat pemberian rekomendasi bagi calon tenaga kerja. Yang bersangkutan harus datang sendiri mengurus rekomendasi, memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan penyalur, asuransi dan lain sebagainya. Ketatnya administrasi supaya ada kejelasan. “Kita juga sosisalisasi agar menggunakan PT memiliki kualifikasi. Jangan dibujuk rayu kemudian mau berangkat,” tandasnya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here