Tinggi, Animo Masyarakat Lobar Setor Haji Tiap Tahun

0
Warga Lobar saat mendaftar haji ke Kemenag Lobar beberapa waktu lalu. Meski terjadi pembatalan dua kali pemberangkatan tak mengurangi animo masyarakat untuk mendaftar haji. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) selama dua tahun dampak pandemi, tak berpengaruh terhadap animo masyarakat untuk berangkat ke Mekkah Arab Saudi. Pasalnya di Lobar hampir tiap tahun warga yang ingin berangkat ke Mekkah meningkat. Tahun ini saja, sampai dengan bulan Juni terdapat 490 warga yang mendaftar dan menyetor berangkat haji.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Lobar Hj. Lale Puspasari mengatakan dua tahun berturut-turut CJH di Lobar tidak bisa berangkat, karena Kebijakan pemerintah pusat. Meski  demikian, jumlah warga yang menyetor naik haji justru tidak berkurang.

IKLAN

“Data jamaah haji keseluruhan untuk Lobar sebanyak 20.272 orang, warga yang daftar tahun ini sampai dengan bulan Juni 2021 sebanyak 490 orang,” ujarnya akhir pekan kemarin.

Peningkatan jamaah yang menyetor naik haji meningkat sejak bulan Mei lalu, dan bulan ini. Dalam sehari ada 10 orang lebih. Rata-rata dalam setahun menyebut angka ratusan orang.

Di Lombok Timur (Lotim), Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Lotim, Rohmatullah, mempersilakan apabila ada CJH yang ingin mengambil paspornya pascapembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Kemenag Lotim tidak akan menahan atau melarang, karena itu sepenuhnya merupakan hak dari jemaah sendiri.

“Kita persilakan bagi jemaah yang ingin mengambil paspornya. Tapi sejauh ini belum ada yang melakukan pengambilan,” terangnya akhir pekan kemarin.

Dikatakannya, sejak pembatalan pemberangkatan haji tahun 2020, Kemenag Lotim sudah memberikan informasi kepada semua calon jamaah haji untuk mengambil paspornya. Begitupun bagi jamaah yang ingin menitipkan paspornya di kantor Kemenag Lotim juga dipersilakan dengan membuat surat pernyataan penitipan.

 “Begitu juga kita akan infokan ke jamaah pada pembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Pada pembatalan haji tahun 2020, yang mengambil paspornya hanya dua orang yang dan merupakan suami istri,” ungkapnya.

Adapun bagi jamaah yang mengambil paspornya bukan berarti mengundurkan diri dari CJH untuk pemberangkatan di tahun berikutnya, karena tidak mengambil BPIH atau biaya haji. Melainkan paspor itu bisa saja digunakan untuk berangkat umrah ataupun jalan-jalan ke luar negeri.  (her/yon)