Tinggi, Angka Kematian Lansia akibat Covid-19 di Kota Bima

Ahmad. (Suara NTB/Jun)

Kota Bima (Suara NTB) – Tertanggal 10 April 2021. Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, mencatat 37 kasus kematian akibat Covid-19. Cukup dominan dialami lansia usia 60 tahun keatas dengan temuan 17 kasus. Tingginya angka kematian lansia ini, memaksa mereka mengalihkan fokus imunisasi vaksin dari pelayan publik.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad, Sos., kepada Suara NTB, Senin, 12 April 2021 menyampaikan, setelah sebelumnya imunisasi terhenti akibat kekosongan stok vaksin. Kini program tersebut bisa dilanjutkan jajaran puskesmas dan rumah sakit.

Iklan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, sudah mengirim vaksin tambahan sebesar 560 vial untuk sasaran lebih kurang 5.600 orang. “Vaksin ini sudah kita sebar ke semua puskesmas agar bisa melanjutkan program vaksinasi,” ungkapnya.

Dikatakan Ahmad, sampai akhir pekan kemarin sudah 5.809 anggota TNI-Polri, ASN dan pegawai di lembaga swasta menjalani program vaksinasi tahap I. Untuk tahap II persentasenya terbilang kecil, yakni 970 orang.

Rendahnya capaian itu dikarenakan fokus kegiatan vaksinasi saat ini beralih ke lansia. Alasannya, angka kematian lansia positif Covid-19 dengan riwayat penyakit cukup tinggi, yakni 17 orang dari total 37 kasus kematian. “Sekarang kita kejar vaksinasi lansia, karena banyak kematian Covid-19 itu lansia umur 60 tahun keatas,” ujarnya.

Khusus lansia pada semua wilayah kerja puskesmas di Kota Bima. Pemerintah Pusat, menentukan target vaksinasi 1.057 orang. Sampai 10 April 2021 kemarin, sudah tervaksin pihaknya 71 orang.

Meski sekarang fokus imunisasi lebih pada lansia, vaksinasi tahap II bagi pelayan publik tetap dilakukan jajaran puskesma dan rumah sakit. “Setelah selesai ini baru kita lanjutkan untuk pelayan publik sesuai ketersediaan vaksin, karena iterval-nya 14-28 hari,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional