Tinggi, Angka Kematian Ibu Melahirkan di Loteng

Praya (Suara NTB) – Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat masih cukup tinggi. Meskipun dari perbandingan kasus serupa tahun sebelum-sebelumnya, jumlah kasus kematian ibu melahirkan tahun ini mengalami penurunan. Di mana hingga bulan ini, tercatat sudah ada 12 kasus kematian ibu melahirkan di Loteng.

Hal itu diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, H. Omdah, S.Km., saat dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 30 September 2017. “Data terakhir yang masuk ke dinas, total ada 12 kasus kematian ibu melahirkan yang terjadi sampai bulan ini,” ungkapnya.

Iklan

Jumlah tersebut, diakuinya masih kecil dari angka kasus serupa tahun sebelumnya yang mencapai 26 kasus. Walaupun itu angka selama satu tahun. “Kita berharap tahun ini tidak ada lagi penambahan kasus ibu melahirkan. Cukup sampai angka ini saja,” ujarnya.

Kendati mengalami penurunan, namun Omdah mengaku angka 12 kasus kematian ibu melahirkan terbilang masih cukup tinggi. Fakta ini menjadi tugas berat pihaknya ke depan dalam menekan kasus kematian ibu melahirkan.  “Dari beberapa indikator kesehatan, kasus kematian ibu melahirkan menjadi salah satu tugas berat kami. Bersama dengan kasus kematian bayi baru lahir,” jelasnya.

Guna menekan angka kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang jumlah kasusnya hampir sama, dibutuhkan kerja keras. Bukan hanya dari pemerintah daerah saja. Tetapi juga dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini.

Pasalnya, kasus kematian ibu melahirkan tidak melulu terjadi, karena faktor kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Tetapi juga karena ada andil dari masyarakat itu sendiri. Di mana masyarakat masih banyak yang belum sadar dan paham akan bagaimana pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil.

Terutama ibu hamil, terkadang lalai memeriksakan kandungan secara rutin ke pusat-pusat layanan kesehatan yang ada. Saat melahirkan, sering tidak difasilitas kesehatan yang ada, sehingga banyak kasus kematian ibu melahirkan yang disebabkan oleh pendarahan akibat tidak ditangani oleh tim medis di fasilitas kesehatan yang ada.

‘’Nah, ke depan kita terus berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan bagi ibu hamil. Karena itu merupakan salah satu cara untuk bisa meminimalisir munculnya risiko kematian saat melahirkan,” janji mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Loteng ini. (kir)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here