Tinggal di Gubuk Reot, Nengah Rindi Akhirnya Dibangunkan Rumah Layak Huni

Ni Nengah Rindi dibangunkan rumah layak huni secara swadaya. (Suara NTB/her)

Giri menang (Suara NTB) – Gubuk reot yang dihuni Ni Nengah Rindi (60), Warga Dusun  Peninjaoan Desa Golong kecamatan Narmada Lombok Barat akhirnya dibangun. Gubuk reot nenek sebatangkara ini dibangun oleh warga setempat secara swadaya dibantu oleh Pesemetonan Cakra Mahacara (PCM) Mataram. Rumah yang akan dibangunkan berukuran 5×6 meter terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan teras.

Diketahui Ni Nengah Rindi Rindi, merupakan warga yang hidup sebatangkara, tidak memiliki rumah layak huni seperti warga lainnya. Ia juga tidak memiliki anak dan jauh dari keluarga. Rumah reot yang ditempati Nengah Rindi sangat kecil, hanya berukuran 2×2,5 meter persegi. Gubuk itu ditopang menggunakan tiang yang sudah lapuk serta keropos. Dindingnya terbuat darí seng bekas dan karung semen. Di beberapa bagian berlubang ditutup karung bekas. Lantai rumah terbuat dari tanah, di bagian pinggir diapit menggunakan batu bata mentah untuk mencegah air hujan masuk ke gubuk tersebut. Atapnya dari seng bekas dengan kondisi berlubang di mana-mana. Di bagian dalam gubuknya, ada tempat tidur menyatu dengan dapur. Perabotan nenek tua ini pun sangat tidak layak.

Iklan

Saat ini, peletakan batu pertama pembangunan rumahnya sudah dimulai oleh warga setempat secara swadaya dibantu penuh oleh PCM. Mulai dari semen, spandek, pintu dan kloset serta biaya operasional sampai selesai di bantu oleh PCM. Ir. I Made Drestanegara yang merupakan mantan Kepala Dinas PU Lombok Barat selaku perwakilan PCM mengatakan siap membantu semua material yang dibutuhkan asal ada kegotongroyongan warga ikut membantu.Pihak PCM sendiri akan memberikan bantuan 50 sak semen, 40 lembar seng spandek, kloset duduk, pintu, bak mandi serta uang sebesar Rp5 juta.

Sementara Kepala Dusun Made Wadistya selaku koordinator penggalang dana donatur untuk Nengah Rindi merasa bahagia. Di mana rencana swadaya semulanya akan membangunkan rumah ukuran 3×4 berubah menjadi ukuran yang lebih besar atas bantuan PCM Mataram. Termasuk gambar yang dibuatnya sendiri diperbaiki ulang oleh konsultan PCM.”Saya merasa senang gambar yang saya buat dengan dana yang ada dirusak, karena gambar yang dirusak dibuat ulang  dengan ukuran yang lebih luas dan lebih bagus,”kata Made.

Ditanya jumlah dana yang terkumpul dari para donatur selain bantuan PCM, Made menyebutkan sebanyak Rp6,6 juta. Dana tersebut akan dipergunakan untuk menambah biaya perbaikan rumah, pembersihan untuk Nengah Rindi termasuk untuk biaya hidup.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah bekerja sama membantu membangun rumah untuk  saya. Saya sebelumnya tidak terbayang jika akan memiliki rumah seperti yang sedang dikerjakan ini. Saya merasa mimpi  kenapa tidak dari dulu saya dibuatkan rumah,” ujar Nengah Rindi terharu saat menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan rumahnya.(her)