Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat, Komisi III Sidak Kesiapan TPST Bintaro

Komisi III DPRD Kota Mataram meninjau lahan milik Pemkot Mataram seluar 5 hektar di Bintaro, Ampenan yang akan dijadikan lokasi pengganti depo dekat Jembatan Ampenan. (Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) – Maraknya keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah yang makin menggunung di depo Ampenan, disikapi cepat oleh Komisi III DPRD Kota Mataram. Komisi yang membidangi masalah kebersihan ini, Senin, 11 Januari 2021 turun ke lapangan. Selain melihat kondisi sampah di depo Ampenan, Komisi III juga meninjau tempat yang akan menjadi pengganti depo Ampenan yang berlokasi di Bintaro, Ampenan.

Kedatangan Komisi III yang dipimpin Ketua Komisi III, Abd Rachman, SH., bersama Wakil Ketua I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST., dan tiga anggota masing-masing Ahmad Azhari Gufron, S.Si., Shinta Primasari, ST., dan Abdul Malik, S.Sos., untuk memastikan kesiapan lokasi TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) di Bintaro. Kedatangan Komisi III itu diterima oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Mataram, Edwin Zamroni.

‘’Jadi, depo sampah yang di Ampenan itu nanti akan pindah ke sini,’’ kata Rachman kepada Suara NTB di sela-sela kunjungan pada siang kemarin. Politisi Gerindra ini memberi gambaran bahwa relokasi depo sampah di Jembatan Ampenan itu akan dilakukan dalam waktu dekat. ‘’Dalam bulan Januari inilah,’’ imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi III mengingatkan kepada DLH untuk mensiagakan petugas di TPST Bintaro. ‘’Jadi untuk TPST yang berada di perbatasan, harus dijaga,’’ kata Rachman. Jika tidak dilakukan penjagaan dikhawatirkan orang dari luar Mataram akan ikut membuang sampah di sana.

Anggota Komisi III seperti I Gusti Nyoman Agung Sugantha, Ahmad Azhari Gufron, dan Abdul Malik mengaku menerima aduan dari masyarakat terkait sampah. Pantauan Suara NTB, tumpukan sampah tidak hanya terlihat di Depo Ampenan tapi juga di sejumlah TPS yang ada di Mataram seperti di Karang Baru.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada DLH Kota Mataram, Edwin Zamroni, membenarkan, bahwa pihaknya sedang mempersiapkan lokasi itu menjadi pengganti Depo Ampenan. ‘’Kita sedang menunggu penerangan,’’ cetusnya. Dikatakan Edwin, lokasi yang akan dijadikan TPST di Bintaro itu merupakan lahan milik Pemkot Mataram dengan luas sekiar 5 hektar. Selain mempersiapkan penerangan, lokasi itu juga akan dilakukan penembokan.

‘’Kita punya 28 Satgas, nanti akan kita siagakan secara bergilir,’’ janjinya. Sementara itu, terkait tumpukan sampah yang juga terlihat di TPS lain, DLH, kata dia, tetap berupaya melakukan pengangkutan. Edwin mengaku pihaknya tidak bisa melakukan pengangkutan seperti tahun lalu, mengingat terbitnya regulasi baru yang membatasi jumlah pemakaian BBM kendaraan. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk tetap melakukan pengangkutan sampah.

‘’Yang tetap kita lakukan pengangkutan itu di depo Lawata karena di sana kan pusat pendidikan jadi sampah itu ndak boleh lama-lama,’’ demikian Edwin. (fit)