Timpora Awasi Pelanggaran Izin Tinggal WNA

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram meningkatkan pengawasan orang asing di wilayah Senggigi dengan menggelar rapat bersama Timpora wilayah Lombok Barat, Kamis, 26 Agustus 2021.(Suara NTB/Imigrasi Kelas I TPI Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Lombok Barat meningkatkan sinergi antarinstasi. Atensi utamanya pada warga negara asing (WNA) yang diduga menyalahgunakan izin tinggal. Khususnya di kawasan wisata Senggigi. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Onward Victor ML Toruan mengatakan, anggota Timpora dapat saling bertukar informasi. “Apabila dari informasi awal ada indikasi penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian, maka warga negara asing tersebut dapat diamankan,” ujarnya, Kamis, 26 Agustus 2021.

Hal itu diungkapkannya saat membuka Rapat Timpora wilayah Lombok Barat di Senggigi, Lombok Barat. Pengawasan ini tetap harus ditingkatkan. Meskipun pandemi Covid-19 mengurangi jumlah kunjungan WNA ke Indonesia secara signifikan. “Sampai saat ini Indonesia masih belum mengizinkan orang asing untuk bebas masuk ke wilayah Indonesia kecuali untuk beberapa hal tertentu,” ujarnya.

Iklan

Walaupun demikian, kata Victor, banyak juga orang asing yang masih berada di wilayah Indonesia karena memiliki izin tinggal yang berlaku. “Sehingga pengawasan terhadap orang asing tetap harus dilakukan untuk mengawasi kegiatan yang mereka lakukan apakah sesuai dengan izin tinggalnya atau tidak,” tegasnya.

Victor pun mengingatkan agar sinergitas antarinstansi ini dapat terus terjaga karena diperlukan untuk meningkatkan pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing. “Ini untuk terwujudnya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lombok Barat,” ucapnya. Kasubsi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Guna Putra Manik menambahkan, isu utama dalam pengawasan orang asing antara lain penerapan protokol kesehatan serta pemanfataan teknologi pada aplikasi pelaporan orang asing (APOA).

“Fitur APOA masih terus dikembangkan. Begitu juga kapasitasnya untuk memundahkan pelaporan bagi pengelola penginapan. Ini juga menjadi alat tracing yang andal,” urainya. Dia juga meminta peran serta masyarakat dalam kegiatan pengawasan orang asing. Masyarakat dapat melaporkan keberadaan orang asing yang menginap di wilayahnya. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional