Tim Pengabdian Masyarakat Ummat Gelar Kegiatan Edukasi Kesantunan Bersama PDA KLU

Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) berfoto bersama dengan peserta kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Sabtu, 18 September 2021. (Suara NTB/ist)

Tanjung (suarantb.com) – Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Edukasi Kesantunan dalam Transformasi Nilai Kearifan Lokal di Tengah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Sabtu, 18 September 2021. Kegiatan digelar di Sekretariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang terletak di Desa Gondang Kecamatan Gangga, KLU dan diikuti oleh Pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah KLU, Guru TK Aisyiyah Busthanul Athfal serta dosen UMMAT yang tergabung dalam tim.

Ketua Tim, Habiburrahman, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk para ibu-ibu penggerak perempuan dari kalangan PDA KLU. Dengan tujuan agar mereka mampu menjadi garda terdepan dalam mentransformasi nilai-nilai kearifan lokal yang berbasis kesantunan.

Iklan

“Kami bekerja sama dengan para guru TK ABA karena mereka yang mendidik anak-anak secara langsung. Mereka juga yang menjaga nilai-nilai pendidikan sebagai basis untuk transformasi nilai kearifan lokal daerah tersebut,” imbuhnya.

Ia melanjutkan bahwa pemilihan lokasi kegiatan di Desa Gondang, KLU dikarenakan budaya yang berada di KLU masih jauh dari budaya perkotaan, sehingga dilihat lebih mampu untuk bertahan dari pengaruh budaya luar.

“Kearifan lokal di KLU masih sangat kuat maka dari itu kami rasa dapat dikembangkan dan dilestarikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua PDA KLU, Umi Muhayarah menyampaikan rasa apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini akan dapat membuka wawasan tentang kearifan lokal yang lebih luas bagi para peserta khususnya, karena selama ini sering dinilai negatif padahal dapat menjadi bermanfaat untuk pembangunan masyarakat.

“Sebenarnya apa yang menjadi negatif atau positif itu tergantung apakah dapat diteruskan dengan santun dan tentu saja dapat kita bedakan mana yang sesuai syariat dan mana yang tidak,” imbuhnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional