Tim Penelusuran Aset Curiga Oknum Pejabat Terlibat

Mataram (Suara NTB) – Tim Penelusuran Aset yang dibentuk oleh Pemkot Mataram sejauh ini belum memulai penelusuran terhadap dugaan penjualan aset milik pemerintah.

Langkah awal dilakukan dengan membahas di internal. Sebelum turun, tim telah mencium ada dugaan keterlibatan oknum pejabat terhadap pengalihan hak pengelolaan lahan menjadi hak milik.

Iklan

Anggota Tim Penelusuran Aset Pemkot Mataram, H. Mahsar Malacca mengatakan, pihaknya belum memulai penelusuran terhadap aset ruko di Jalan AA. Gde Ngurah Cakranegara. Tahap awal dimulai dengan mengumpulkan data di internal tim dan pejabat terkait di Pemkot Mataram.

Bagian yang akan ditelusuri nantinya proses perpindahan dari hak pengelolaan lahan menjadi hak milik. “Kita belum memulai. Nanti akan ada rapat tim,” kata Mahsar, Rabu, 26 April 2017.

Secara prosedur perubahan hak kepemilikan itu harus melalui proses persetujuan kepala daerah dan DPRD. Sepengetahuannya, aset di Jalan AA. Gde Ngurah itu tidak pernah dijual oleh kepala daerah. Oleh karena itu, dia menduga ada oknum pejabat yang bermain.

“Kira – kira ada oknum bermain. Pak Wali tidak pernah menjual aset,” kata dia.

Namun demikian, Mahsar tidak menyebutkan pejabat yang diduga terlibat. Langkah yang harus dilakukan tim, mengajak pengusaha berbicara terkait kronologis sehingga aset itu bisa menjadi hak milik sesuai sertifikat yang dipegang. Sebab, ini dikhawatirkan menjadi persoalan hukum ke depan. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here