Tim Pembela Pahlawan Nasional Polisikan Anggota DPRD NTB

Mataram (Suara NTB) – Tim Pembela Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid melaporkan anggota Fraksi Gerindra DPRD NTB, H. Hamja ke Polda NTB. Terlapor diduga merendahkan martabat pendiri Nahdlatul Wathan (NW) tersebut.

Tujuh advokat LBH Reform yang tergabung dalam Tim Pembela Pahlawan Nasional mendampingi pelapor, Ketua PP Pemuda NW DR M Halqi dan Ketua PP Himmah NW, Saiful Fikri saat datang melapor ke Ditreskrimum Polda NTB.

Iklan

Ketua tim, Karmal Maksudi menjelaskan, laporan itu terkait dugaan pidana pasal 310 dan 311 KUHP tentang penghinaan, serta pasal 27 ayat 2 UU RI No 19/2016 tentang perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang ITE.

“Atas pernyataan terlapor di media cetak dan media online yang substansinya mengandung unsur penghinaan dengan meremehkan dan atau merendahkan martabat TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid  sebagai ulama,” ujarnya.

Ia menambahkan, terlapor juga diduga menghina KEPPRES RI. NO. 115/TK/TAHUN 2017 tentang pemberian gelar pahlawan Nasional yang diterbitkan Presiden RI Joko Widodo.

Menurutnya, substansi pernyataan terlapor yang diucapkan pada Kamis (9/11) menyinggung dan menyerang kehormatan keluarga besar TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid danvNW.

“Ucapan terlapor merendahkan peran TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid dalam perjuangan kemerdekaan dan perjuangan pendidikan,” jelasnya.

Karmal menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional telah sesuai dan telah melalui mekanisme dan prosedur peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sementara terlapor pada pokok substansi pernyataan adalah penolakan disertai penghinaan atas pemberian gelar pahlawan nasional tersebut,” ucap dia.

Salah satu Anggota tim, Ratih Mutiara Louk Fanggi menambahkan, pernyataan terlapor tersebut terdapat dua dimensi arah, yakni terdapat sikap skeptis terhadap penganugerahan gelar pahlawan nasional.

“Kedua, terdapat sikap mendiskreditkan peran Almagfurullah Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam perjuangan melawan penjajah dan kontribusi beliau dalam pembangunan serta memajukan bangsa dan Negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Ratih berharap, kepolisian dapat bersikap bijak dan profesional dalam menangani kasus itu sebab sudah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Dia juga mengimbau agar masyarakat menyerahkan penanganan kasus itu pada proses hukum.

Dikonfirmasi terpisah via pesan instan, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, pihaknya pada prinsipnya menampung setiap aduan masyarakat. Berkas laporan pengaduan tersebut akan dipelajari terlebih dahulu sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (why)