Tim Kecamatan Tak Mau Kecolongan, Sabung Ayam di Narmada Berhenti Total di Bulan Ramadhan

M. Busyairi

Giri Menang (Suara NTB) – Aktivitas judi sambung ayam di Kawasan Kecamatan Narmada sudah tak ada lagi. Semenjak dihentikan oleh tim kecamatan bersama TNI awal puasa lalu, kini aktivitas sabung ayam berhenti total selama Ramadhan. Bahkan pihak kecamatan terus memantau dua lokasi di Suranadi dan Golong yang dulunya kerap menjadi tempat sambung ayam, agar tak kembali digelar.

“Sejak dibubarkan dua minggu lalu sampai hari ini tidak ada lagi di bulan puasa (Ramadhan),” ungkap Camat Narmada, M Busyairi yang dikonfirmasi, Selasa, 5 Mei 2021.

Iklan

Menurutnya kini masyarakat sekitar sudah merasa tenang dengan tak ada lagi aktifitas sambung ayam itu. Sebab sebelumnya warga kerap mengeluhkan perjudian itu.

Namun diakui Busyairi, pemilik sambung ayam itu sempat mendatangi dirinya untuk membujuk diizinkan dibuka kembali dengan alasan satu-satunya mata pencariaannya.“Mereka datang bilang hidupnya dari situ, kemudian untuk sekolah anak, terus banyak lapangan kerjaan yang terserap gara-gara ada gocekan ini, sampai dibilang 30 orang tenaga kerja terserap. Pokoknya macam-macam alasannya,” bebernya.

Mendengar alasan itu, Busyairi mengaku justru menayakan kerjaanya sebelum membuka sambung ayam. Bahkan ketika itu mereka tatap bisa hidup dari pekerjaaan lain. Sehingga pihaknya tak percaya dengan ditutupnya sambung ayam itu membuat pemilik tak bisa hidup dan membiayai sekolah anaknya.“Kenapa alasan sekarang ndak bisa makan dan sekolahkan anak, itu karena dapat uangnya gampang ndak perlu capek-capek kerja tinggal duduk uangnya tetap datang. Makanya saya ajak dia ayo kerja yang wajar,” sambungnya.

Pihak kecamatan memiliki alasan kuat mengapa menertibkan aktivitas judi itu. Sebab membuat moral pemuda rusak dan suka berjudi. Karena banyak ia menemukan yang bermain itu para pemuda masyarakat Narmada dari berbagai desa. “Itu ada dari Tanah Beak, dari Narmada dan sebagainya, itukan ngerusak,” ujarnya kecewa.

Demi memastikan aktifitas sambung ayam itu tak kembali jalan, ia meminta agar pemantauan tetap dilakukan pihak desa. Di samping meminta stafnya mengecek melihat ke lokasi. Meski demikian pihaknya juga menghargai para pemilik itu yang tetap masih tetap mematuhi permintaan kecamatan.“Syukur masih mendengarkan, tapi selesai Lebaran mungkin ada lagi, kita akan awasi,” pungkasnya.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional