Tim Gabungan Tertibkan Pengerukan Pasir Besi di Ijobalit

Selong (Suara NTB) – Tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur (Lotim) bersama aparat Polres Lotim, Senin, 23 April 2018 melakukan penertiban terhadap pengerukan pasir besi yang dilakukan PT Anugerah Mitra Graha (AMG) di Kelurahan Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji. Penertiban diwarnai protes dari PT AMG.

Dikonfirmasi di lokasi penambangan, Kepala Dinas LHK Lotim, Mulki, menjelaskan, kedatangan Dinas LHK bersama tim gabungan ke lokasi penambangan pasir besi itu dalam tiga konteks. Pertama, melakukan pengawasan, pengendalian dan penindakan akan. Hal tersebut menyusul setelah dikeluarkannya surat pemberintahuan pencabutan SK tahun 2011 tentang operasional izin eksploitasi dan eksplorasi oleh PT AMG. Alasan dicabutnya izin pengerukan pasir besi, karena tidak adanya relokasi.

Iklan

Pasalnya, SK yang dimiliki PT AMG hanya mencakup wilayah Pringgabaya, Labuhan Haji dan di Desa Korleko. Sementara untuk di Kelurahan Ijobalit dan pengerukan di wilayah Kelurahan Suryawangi tidak ada. Adapun luas lokasi izin pengerukan yang diberikan terhadap PT AMG dari Pringgabaya hingga Labuhan Haji sekitar 150 hektar.

Mulki menegaskan, pencabutan izin keluar pada tanggal 6 Maret 2018. Kemudian setelah itu pihaknya melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap aktivitas pengerukan pasir besi. Termasuk sudah melakukan teguran lisan di samping melakukan pengawasan.

Senin kemarin, Dinas LHK bersama tim gabungan dari aparat kepolisian memberikan surat pemberitahuan pemberhentian kegiatan. Apabila itu sudah disampaikan, namun aktivitas tetap berjalan, maka Dinas LHK akan melakukan penyitaan terhadap alat berat dan barang-barang yang digunakan PT AMG di dalam melakukan pengerukan.

Mulki menambahkan, kesempatan mengajukan izin baru sangat dipersilakan dan itupun tidak menutup kemungkinan dilakukan PT AMG. Adapun dari hasil pemanggilan yang dilakukan terhadap PT AMG, pihak PT AMG mengaku jika sudah tidak mengelola lagi pasir besi, tapi dikelola perorangan.

Sementara pengawas dari PT. AMG Irpandi, mengaku sudah menerima surat pencabutan izin itu. Dijelaskannya, kegiatan pengerukan sudah dilakukan, melainkan yang dilakukan pembersihan material yang sudah dikeruk. “Tidak ada kegiatan, kami hanya membersihkan mana yang sudah dikeruk,” ujarnya.

Terkait masih adanya pengangkutan pasir besi ke arah Kayangan, Irpandi menyebut jika itu upaya pembersihan dan itu tanggung jawab PT AMG pusat. “Iya memang kita sedang melakukan pembersihan, penjualan dilakukan. Itu tanggung jawab PT AMG pusat,” jelasnya.  (yon)