Tim Gabungan Gencarkan Patroli Pelanggar Prokes

Tim gabungan Satpol PP Kota Mataram mengunjungi salah satu toko pakaian di Kota Mataram dalam kegiatan patroli gabungan. Patroli tersebut ditujukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes), sekaligus mensosialisasikan pengetatan kembali PPKM mikro di Kota Mataram.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Kota Mataram melalui Satpol PP Kota Mataram bersama unsur TNI, Polri, dan lainnya menggencarkan patroli pengawasan protokol kesehatan (prokes) di tempat-tempat umum dan tempat usaha. Patroli tersebut sekaligus ditujukan untuk mensosialisasikan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Serta Perlindungan Masyarakat (Tibumtranlinmas) Satpol PP Kota Mataram, Sutrisno menerangkan untuk tahap awal patroli gabungan yang dilakukan memang ditujukan sebagai langkah sosialisasi. Sehingga pemilik usaha atau masyarakat umum yang melanggar protokol kesehatan hanya diberikan teguran.

Iklan

“Target kita memang melihat apakah masih ada pelanggaran prokes atau tidak. Kemarin kita lakukan di jalan protokol dulu secara mobile melewati jalur utama di Kota Mataram sampai ke kawasan Ampenan. Kita memantau sekiranya masih menemukan kerumunan atau tidak,” ujar Sutrisno saat dihubungi, Rabu, 7 Juli 2021.

Patroli gabungan sendiri mulai dilakukan sejak Selasa, 6 Juli 2021. Antara lain oleh Satpol PP Kota Mataram, Satpol PP Provinsi NTB, Aparat Kodim 1606, Polres Mataram, Dishub Kota Mataram, dan BPBD Kota Mataram.

“Untuk sekarang kegiatan ini kita akan lakukan rutin tiga kali seminggu, tapi kalau ada perintah dari pimpinan yang sifatnya meminta (patroli) dilakukan setiap hari, kita siap melakukan,” jelasnya. Menurutnya, secara umum kerumunan masyarakat memang terlihat di beberapa titik. Terutama sebagai akibat pelonggaran yang sempat dilakukan.

Dengan pengetatan kembali PPKM mikro di Kota Mataram, kerumunan tersebut diharapkan dapat diurai. Terutama di tempat-tempat umum dan tempat usaha yang ada. “Kalau soal penindakan, nanti tergantung arahan dari pimpinan. Karena sekarang ini sifatnya masih situasional,” ujar Sutrisno.

Selain tempat usaha seperti toko pakaian, warung, kafe, dan rumah makan, pihaknya juga memantau potensi kerumunan di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Pasalnya, lokasi-lokasi tersebut kerap dijadikan tempat berkerumun oleh masyarakat, terutama kelompok remaja.

“Kemungkinan semua tempat ini akan kita perlakukan sama. Karena tempat-tempat ini yang mendatangkan orang banyak,” ujarnya. Di sisi lain, pihaknya sampai saat ini masih menunggu aturan lebih rinci dari Walikota Mataram yang akan dituangkan dalam surat edaran (SE). “Kalau SE-nya sudah terbit, nanti itu kita edarkan juga ke seluruh pelaku usaha supaya sama-sama memahami,” tandasnya. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional