Tim Dukep Polsek Kediri Ringkus DPO dan Residivis Pencuri

Kapolsek Kediri Arjuna Wijaya dan tim Dukep Polsek Kediri menggelar jumpa pers penangkapan DPO dan residivis, Selasa, 9 Maret 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Dukep Polsek Kediri Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil menangkap dua terduga pelaku tindak kejahatan, yaitu terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (jambret) dan curat (pencurian dengan pemberatan) di dua lokasi yang berbeda yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kediri, yang merupakan buronan dan residivis. Terduga pelaku pencurian adalah BR (30) warga Kecamatan Kediri.

 Dalam keterangan resminya Kapolsek Kediri AKP Arjuna Wijaya, pada saat melakukan aksinya, terduga pelaku memanjat tembok rumah korban  kemudian masuk ke rumah korban mengambil satu unit HP bersama dua buah dompet warna pink dan coklat yang berisi uang dan surat  surat penting. Namun, perbuatan pelaku terekam CCTV . Adanya kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp3.300.000..

Iklan

Korban akhirnya melaporkan, dengan membawa barang bukti berupa rekaman CCTV,  berdasarkan hasil penyelidikan dari rekaman CCTV dan keterangan saksi – saksi yang ditandai dari ciri – ciri tato pelaku,  Tim Dukep Unit Reskrim Polsek Kediri mendapatkan  informasi bahwa diduga kuat yang melakukan pencurian di rumah korban adalah seorang residivis curat bernama (BR). “Setelah mendalami informasi tentang pelaku, akhirnya tim Dukep berhasil mendapatkan informasi di mana BR alias Pujet sering nongkrong di Bengkel,” ungkapnya.

Akhirnya  Tim Dukep langsung mengatur siasat, kemudian langsung menuju lokasi  dan berhasil mengamankan Pujet di sebuah bengkel motor pinggir Jalan Raya Kediri Jagaraga tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi awal Pujet mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di rumah korban dengan mengambil barang berupa HP dan sejumlah uang dan uang hasil pencurian tersebut telah digunakan untuk membayar utang dan kebutuhan sehari  hari.

“Tim Dukep mendatangi rumahnya dan menemukan barang bukti hasil pencurian dan barang bukti berupa alat yang dibawa saat melakukan pencurian tersebut dan setelah ditunjukan rekaman CCTV Pujet mengakui dirinyalah yang terekam dalam CCTV tersebut,” tegasnya.

Kemudian pelaku dan Barang Bukti (BB) berupa HP Xiaomi dan parang  diamankan ke Polsek Kediri guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan  alat bukti yang ada terhadap tersangka di persangkakan telah melanggar pasal  363 Ayat (1) dan ke 3e dan 5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama  lamanya sembilan  tahun.

Sementara itu di lokasi yang berbeda, tambahnya, Tim Dukep Polsek Kediri juga berhasil menangkap pelaku jambret, yang dilakukan oleh pelaku J alias Tinjuk warga Kecamatan Jonggat Lombok Tengah. Arjuna mengatakan, pelaku ini melakukan aksi jambret pada bulan Oktober 2020 lalu yang menimpa seorang dokter, lokasi kejadian di Nyiur Gading Desa Montong Are.

Kronologis penangkapan, awalnya berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan terhadap tersangka  SR yang telah dilakukan penangkapan pada awal bulan Januari 2021, menerangkan bahwa tersangka melakukan pencurian bersama  sama dengan J alias Tinjuk. Atas keterangan ini, selanjutnya petugas terus mengintai keberadaan J di beberapa tempat yang diduga dijadikan tempat nongkrong, namun tidak ditemukan. Akhirnya J dimasukkan dalam DPO Polsek Kediri.” Pelaku J merupakan DPO yang sudah lama dilakukan oleh Polsek Kediri,” katanya.

Selang kurang lebih 2 bulan buron, tim Dukep unit Reskrim Polsek Kediri mendapatkan informasi bahwa DPO J berada di sebuah tempat budidaya ikan di Desa Sepakek Kecamatan  Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. “Setelah beberapa hari tim melakukan pengintaian bahwa benar pelaku berada di wilayah tersebut, dan langsung melakukan penggerebekan,’’ ujarnya.

Setelah yakin akan keberadaan pelaku tim langsung melakukan penggerebekan di mana pelaku sedang tiduran di sebuah berugaq tengah sawah. Menyadari kedatangan Tim Dukep, pelaku langsung lompat dari berugaq, dan berusaha melarikan diri, namun terjatuh.

Kemudian dengan sigap Tim Dukep mengejar pelaku dan berhasil diamankan tanpa perlawanan.Dari hasil interogasi awal pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan bersama sama dengan tersangka SR yang sudah lebih dulu ditangkap. Barang bukti yang diamankan berupa  dua buah HP Xiaomi, dan sepeda motor, yang sudah lebih dulu disita dari pelaku yang lebih dulu ditangkap. Dari hasil pemeriksaan alat bukti yang ada terhadap tersangka dipersangkakan telah melanggar pasal  365 Ayat (1) dan Ayat (2) ke 1 dan ke 2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara selama  lamanya dua belas tahun, kini kedua pelaku masih mendekam di sel tahanan Polsek Kediri.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional